Bawaslu “Pantau” Kampanye Pileg Istri Bupati dan Wakil Bupati

0
80
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Majunya sejumlah Istri Kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang, akan menjadi perhatian khusus bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel.

Pasalnya jabatan sebagai Istri kepala daerah memiliki pengaruh besar untuk melibatkan dan memobilisasi para ASN untuk ikut menjadi tim sukses, termasuk menggunakan fasilitas negara seperti mobil dinas dan menyusup dalam kegiatan pemerintahan.

Baca Juga  Nyaleg di DPR RI, RMs Temui Thomas Pinrang

Mengenai hal tersebut anggota Bawaslu Saiful Jihad saat di mintai keterangan mengatakan pihaknya juga telah mengantisipasi hal tersebut, bahkan itu juga telah disampaikan kepada semua struktur Bawaslu hingga ke daerah.

“Iya hal itu telah kami antisipasi, dan kami juga telah meminta kepada semua jajaran Bawaslu untuk pengawasan, sebab hal juga menjadi perhatian utama kami di Bawaslu,” Ungkapnya

Baca Juga  Wabup Bulukumba Dukung Program ABM Tentang Ekonomi Kerakyatan

Dan jika mana dalam proses kampanya caleg, ditemukan penggunaan fasilitas negara dalam proses kampanye seperti kendaraan dinas, kegiatan pemerintahan dan maka akan ada sanksi diberikan jika pelanggaran yang dilakukan itu terbukti

Sanksi yang dapat di jatuhi kepada caleg yang menggunakan fasilitas negara berupa sanksi admistrasi dan pidana bahkan sanksi juga dapat berujung pada keikut sertaan di pileg 2019.

Baca Juga  KPU Palopo Terima Pendaftar Kekurangan Calon PPK. Ini Syaratnya 

Selain itu Bawaslu juga meminta kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tidak ikut mengkampanyekan Isti mereka yang ikut maju pileg tahun depan, termasuk menyusupkan kegiatan kampanye para istri dalam kegiatan pemerintahan.