Ini Penyebab KKB Bantai Pekerja Proyek Trans Papua

0
251
Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
TROTOAR.ID — Pembantaian terhadap 31 orang pekerja proyek jalan trans sulawesi yang di kerjakan oleh PT Istaka Karya imbas dari penangkapan sejumlah warga papua yang merayakan hari kemerdekaan Papua Meredeka di Surabaya dan beberapa tempat pekan kemarin.

Hal tersebut disampiakan langsung oleh Pimpinan Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda. Dia menduga aksi pembantaian yang di lakukan Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, diduga dipicu atas penangkapan dan pembubaran paksa mahasiswa asal papua.

Dia juga menuding jika TNI-Polri kerap kali menggunakan cara kekerasan sebagai alasan untuk menambah pasukan dan mengintimidasi warga sipil, yang memancing kemarahan adari kelompok KKB

Baca Juga  Nurdin Abdullah Sampaikan Buka Atas Insiden Papua

“Untuk memperbaiki sesuatu kita perlu tahu apa yang keliru, tetapi kami tidak bisa mempercayai pemerintah Indonesia terkait insiden yang terjadi di Nduga,” kata Benny dilansir dari CNN Indonesia (6/12/2018).

Bahkan Benny juga berharap kepada meminta kepada seluruh elemen pro kemerdekaan Papua untuk tetap tenang dan mengunakan proses diplomasi mengutamakan diplomasi dalam mencapai tujuan mereka yang di inginkannya.

Akan tetapi, dia tidak punya kekuatan untuk tidak bisa menghalangi gerakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menggelar operasi militer untuk melawan pemerintah Indonesia yang dianggap menjajah.

Baca Juga  Jokowi Minta KKB di "Bumi Hanguskan" Tidak Tempat Untuk Kelompok Separatis di Bangsa Ini

“Kami tidak ingin ada pertumpahan darah. Kami ingin pemerintah Indonesia hadir dalam perundingan internasional untuk membicarakan soal referendum. Itu adalah upaya yang ingin kami capai,” katanya.

Benny Wenda juga meminta kepada seluruh elemen gerakan Gerakan Kemerdekaan Papua Barat untuk tetap menahan diri, akan tetapi jika serdadu TPNPB wilayah Nduga dipimpin Egianus Kogoya menyerang warga sipil, maka hal ini menjadi peristiwa yang tidak lazim.

Baca Juga  11 Warga Toraja Jadi Korban Kebringasan KKB OPM, Ini Dia indentitas Korban

Sementara itu juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) , Victor Yiemo menyatakan saat ini seluruh pasaukannya telah menarik diri kedalam hutan, namun tidak berarti jika konflik akan berakhir, sebab TNI polri menambah pasukan untuk mengejar kelompok Kogoya dan pasukannya

“Saat ini seluruh apsaukan kami sudah menarik diri ke dalam hutan, namun tidak berarti konflik berakhir meningkat karena TNI-Polri mengirim pasukan tambahan untuk memburu Kogoya dan anak buahnya,”Pungkas Victor (***)