Survei LSI Jokowi Turun 4,5 Persen Prabowo Naik 2,5 Persen

0
213
Dua Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019
TROTOAR.ID JAKARTA — Menurut Rully, hal ini disebabkan kedua kubu peserta Pilpres 2019 itu lebih sibuk memainkan perang isu. Sementara kampanye program dan visi-misi, justru diabaikan.

“Pembicaraan di media sosial dan media konvensional ternyata dikuasai oleh perang isu yang sensasional saja. Namun terbukti tidak mengubah secara signifikan elektabilitas keduanya” ujarnya.

Karenanya Rully pun menyarankan agar kubu Jokowi maupun Prabowo, menyampaikan visi dan misi melalui program-program konkret, guna merebut suara lawan maupun swing voters.

“Kalau sudah masuk ranah program, masyarakat bisa melihat diferensiasi antara kedua paslon, Jokowi diuntungkan karena masih menjabat sebagai presiden sehingga bisa menunjukkan prestasinya,” ujarnya.

Baca Juga  Disumbang Rp250 Juta dari Ahok, Ini Tanggapan Prabowo

LSI Dennya JA juga menyampaikan adanya enam isu populer selama dua bulan kampanye Pilpres 2019. Isu populer yang dimaksud, adalah isu yang diketahui oleh 50% responden, dan memiliki tingkat kesukaan atau ketidaksukaan di atas 60%. Rully mengatakan, semakin publik mengetahui suatu isu, baik menyukai ataupun tidak, maka isu tersebut akan semakin populer.

Baca Juga  Aktivis HMI Didaulat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Berdasarkan survei LSI Denny JA, enam isu populer itu terdiri atas tiga isu yang disukai, yaitu penyelenggaraan Asian Games (96,5%), kunjungan Presiden Jokowi kepada korban gempa dan tsunami Palu (93,7%), kunjungan Jokowi ke korban gempa Lombok (94,5%).

Sementara itu, tiga isu yang tidak disukai responden adalah hoaks Ratna Sarumpaet (89,5%), nilai tukar dolar Rp15 ribu (84,3%), serta pembakaran bendera HTI (83,6%).

Baca Juga  Lantik Relawan Milennial. Ini Pesan Istri Sandiaga Uno Untuk Pemuda Kota Daeng

Survei LSI dilakukan pada 10-19 November 2018, dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuisioner, di mana tingkat margin of error plus minus 2,9%. (ant)