CRC: Konstribusi Parpol di Pilkada Bukan Penentu Kemenangan

Suriadi
Suriadi

Senin, 18 Desember 2017 08:56

CRC: Konstribusi Parpol di Pilkada Bukan Penentu Kemenangan

Trotoar.id, Makassar — Peran partai politik dalam memenangkan pasangan calon kepala daerah pada pesta demokrasi masih dianggap lemah dan tidak miliki pengaruh yang cukup signifikan dalam memenangkan pertarungan politik pemilihan kepala daerah dam wakil kepala daerah.

Bahkan konstribusi partai politik dalam memenangkan kandidatnya dianggap masih kecil, Hal itu dapat dilihat kurung waktu 1 dekade sejak proses pemilihan kepala daerah ditangan rakyat, konstribusi parpol dalam memenangkan jagoannya di bawah angka15 persen.

Manajer riset Celebes Research Center (CRC) Andi Wahyudin Abbas, mengungkapkan keterlibatan partai politik dalam pesta demokrasi tidak bisa menjadi ukuran kemenangan pasangan calon, meskipun pasangan calon kepala daerah meraih dukungan besar dari partai politik.

Keterlibatan partai dalam pesta demokrasi cuma dianggap sebagai alat untuk memenuhi admistrasi pendaftaran sebagai bakal calon saja. namun untuk menjadi ujung tombak kemenangan ada pada vigur serta program pasangan calon yang menjadi jualan politik di depan masyarakat.

“Jika kita melihat nelakangan ini prosea pemilukada, konstribusi partai politik dalam memenangkan kandidat tidak lebih 15 persen, bahkan selama proses tahapan pilkada Kami CRC, mengukur konstribusi politik sebesar 9 persen,” Ulas Andi Wahyudi Abbas Manajer riset Celebes Research Center (CRC).

Lanjut Wahyudi, dukungan partai pada pasangan calon kepala daerah tidak serta merta mampu membawa arus dukungan konstituen partai pengusung dalam memenangkan pasnagan calon yang di usungnya.

Peristiwa teraebut telah beberapa kali terjadibpada proses pemilihan kepala daerah khusus di Sulsel, CRC mencatat cuma 9 persen pengaruh partai politik dalam meraih kemenangan.

“Coba kita simak dipilkada tahun kemarin, (Takalar) dimana koalisi partai besar dapat dikalahkan dengan koalisi partai kecil, sehingga partai juga masih dituntut untuk melakukan kerja politik yang lebih masif dalam mendorong keterlibatannya memenangkan pasangan calon,” jelas Andi Wahyudi

Sehingga momentum pemilihan kepala daerah (Pemilukada) serentak 2018 yang sudah didepan mata merupakan momentum untuk mengukur sejauh mana strategi politik partai yang diterapkan dalam proses pemilukada 2018. (Ady)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Mei 2024 19:17
Tiga Pesan Prof Zudan Pj Gubernur Sulawesi Selatan di Konferwil NU Sulsel
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menghadiri pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, y...
Metro19 Juni 2024 20:38
Prof Zudan Apresiasi PT Vale yang Peduli Kesejahteraan Masyarakat
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasinya terhadap PT Vale yang sangat peduli terhadap keberlanjutan da...
Metro19 Juni 2024 18:19
Indira Yusuf Ismail Tinjau Posyandu Palm 5
Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, melakukan peninjauan ke Posyandu Palm 5 di Kelurahan Bara-baraya, Kecamatan Makassar, pada Rabu, 19 J...
Politik19 Juni 2024 18:06
AIA Disebut Juru Kunci Pertarungan di Pilgub Sulsel 2024
Dengan semakin dekatnya Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) 2024, nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) semakin mencuat sebagai tokoh kun...
Politik19 Juni 2024 18:01
Adnan Sambangi Markas Amran Sulaiman, Pengamat: Pertemuan Bersifat Spekulatif
Dinamika politik menjelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) semakin memanas. ...