Site icon Trotoar.id

Triwulan Pertama Investasi di Sulsel Menurun Jika di Bandingkan Tahun Sebelumnya

id 14308132631
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Nilai investasi di Sulsel di triwulan pertama sepanjang tahun 2018 sebesar Rp2,1 triliun mengalami penurunan, jika dibandingkan nilai investasi pada tahun 2017 yang mencapai Rp2,9 triliun.

Penurunan nilai investasi disulsel disebabkan tahun 2018 merupakan tahun politik, dan ini jelas berdampak dari nilai investasi yang tercatat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (DPMPTSP)

“Nilai Investasi ditriwulan pertama tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,”Kata A.M Yamin kepala (DPMPTSP) saat menggelar jumpa Pers Kemarin.

Menurutnya berdasarkan data penanaman modal, per hingga Maret 2018 investasi sektor Penanaman Modal Daerah tercatat Rp1,48 triliun sedangkan Penanaman Modal Asing tercatat Rp697 miliar.

ditambahkannya selama di setiap triwulan I memang sering terjadi penurunan sedangkan di triwulan selanjutnya cenderung mengalami peningkatan.

“Iya pasa umumnya di triwulan pertama memang cenderung menurung, akan tetapi itu akan naik lagi jika proses triwulan kedua, ditambah lagi inikan tahun politik,” Kata A.M Yamin

Namun menuerutnya, meskipun tahun 2018 merupakan tahun poitik dan muncul kekhawatiran terjadi perlambatan namun, ini bertumbuh cukup positif dibanding tahun sebelumnya.

Mengenai faktor apa saja yang menyebabkan terjadi penurunan dari investasi tersebut, Yamin menyatakan, ini karena adanya Laporan Kegiatan Penanman Modal (LKPM) belum tercatat pada triwulan I ini.

“Kondisi ini sebenarnya hampir sama, setiap tahun rendah di awal, tapi nanti akan meningkat. Penurunan ini normal, apalagi ada beberapa laporan yang belum dan tercatat,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, di triwulan I ini, ada tiga sektor yang menjadi primadona investasi di Sulsel, yakni indutsri mineral non logam 48 persen, sektor listrik, gas, dan air sebanyak 30 persen dan pertambangan 7 persen.

Sedangkan untuk kabupaten yang paling banyak dilirik, Kabupaten Maros, Jeneponto, Sinjai, Luwu Timur dan Sidrap. Dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 triliun, Sulsel berada di peringkat 15 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, sedangkan di Indonesia Timur, menurut Yamin cukup bagus.

“Kami selalu melakukan monitoring di lapangan, terkait investasi apa saja yang menjadi hambatan sehingga terjadi penurunan. Saya melihat ini faktor alamiah saja,” paparnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Nuzlia Qurniaty Syam menambahkan, selama lima tahun terakhir ini pertumbuhan realisasi investasi cukup signifikan.

“Nilainya cukup bagus, dibandingkan tahun sebelumnya di mana pada 2016 mencapai Rp1,5 triliun bahkan pernah ada mencapai Rp800 miliar,” pungkasnya

Exit mobile version