Politik

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Polisikan Luruah di Gowa

TROTOAR.ID, SUNGGUMINASA – Ketua Komisi D DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin melaporkan Kepala Kelurahan Pandang Pandang, Kabupaten Gowa, Andi Asruddin dan seorang pria bernama Darwis ke Polres Gowa, karena mengalangi kerja legislasi berupa pelaksanaan sosialisasi produk hukum DPRD Sulsel.

Peristiwa bermula saat Darmawangsyah Muin meminta stafnya yang bernama Kurnia untuk mengumpulkan data penduduk yang akan menjadi peserta sosialisasi yang rencananya akan digelar pada 30 Mei 2018 mendatang.

Tapi, pengumpulan data calon peserta sosialisasi tersebut dialangi oleh Andi Asruddin selaku Kepala Kelurahan Pandang Pandang dengan alasan tindakan pengumpulan data tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Laporan Polisi

“Menjadi persoalan adalah kenapa Peraturan KPU yang jadi alasan melarang pengumpulan data ini, padahal kami mendata warga yang akan jadi peserta sosialisasi produk hukum dari DPRD Sulsel,” terang Darmawangsyah Muin didampingi Wakil Sekretaris Partai Gerindra Sulsel Djaya Jumain, Selasa (29/5/2018).

Terkait dengan tindakan tersebut, Darmawangsyah Muin selaku salah satu representasi DPRD Sulsel melaporkan Andi Asruddin dan seorang pria bernama Darwis, karena dinilai mengalangi kerja-kerja legislasi yang dilindungi undang-undang, selain perlakuan dan tindakan tidak menyenangkan dari kedua terlapor.

Di sisi lain, politisi Partai Gerindra ini menyayangkan kejadian serupa yang kerap berulang di Kabupaten Gowa, utamanya kalau terkait dengan aktivitas politik.

“Kejadia ini seperti sudah jadi budaya di Gowa, sehingga kewajiban kita untuk mencairkan dan bersama-sama memperbaiki kualitas demokrasi di Gowa. Biarkan masyarakat memilih pemimpimnya tanpa harus ada intimidasi politik yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” terang Darmawangsyah.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Gowa, Kepala Kelurahan Pandang Pandang, Kabupaten Gowa, Andi Asruddin dinilai melanggar Pasal 335 dan Pasal 336 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Perlu kami tegaskan, kegiatan yang akan kami gelar adalah sosialisasi produk hukum dari DPRD Sulsel dan bukan kampanye politik calon Pilgub atau semacamnya. Kerja legislasi dilindungi oleh undang-undang, jadi tindakan oknum pejabat lurah itu mengalangi kerja yang dilindungi undang-undang,” pungkas Darmawangsyah Muin usai memasukkan laporan di Mapolres Gowa. (*)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

178 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Pemkot Makassar Utamakan Pendekatan Humanis

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang…

1 jam ago

Munafri Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pemkot Siap Dukung Penuh

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas langkah…

1 jam ago

Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Jelang Musda Golkar Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader…

2 jam ago

DPRD Desak Pemprov Sulsel Akomodasi Pokir Secara Nyata dalam Program Pembangunan

MAKASSAR, Trotoar.id — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat akomodasi…

24 jam ago

Bupati Sidrap “Jual” Program IP300 ke Bappenas, Targetkan Jadi Lumbung Beras Nasional

JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan program strategis peningkatan produktivitas pertanian…

1 hari ago

Rumah Gizi Melati Jadi Garda Depan Lawan Stunting

SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang terus diperkuat melalui pendekatan…

1 hari ago

This website uses cookies.