Begitulah yang digambarkan oleh tukang becak yang luguh dan luar biasa itu. Tukang becak yang tak mempunyai kaki namun tangguh, melayani satu persatu penumpang ke tempat tujuan.
Jamiunlah namanya. Sosok Jamiun pernah menjadi Cleaning Service selama dua puluh tahun, pernah menjual radio dan televisi bekas, hingga mamastikan ibu-ibu dan anak-anak sampai ke tempat tujuannya masing-masing.
Dengan becaknya Pak Jamiun mampu menghidupi dua orang anak. Kini masing-masing sudaj berkeluarga. Sisa seorang istri yang setia disampingnya dalam suka maupum duka.
Seperti realitasnya di ibu kota banyak orang-orang yang kekurangan namun lebih memilih untuk menjadi peminta minta dan tak mau berusaha dengan sekuat tenaga.
” saya lebih memilih berjuang dari pada meminta ” ujarnya saat di undang di acara Rumah Kuya di Trans 7 Sore tadi. Rabu (13/06/2018).
Berbicara penghasilan Jamiun tak selancar yang dipikirkan. Banyak penumpang yang geger dengan kondisi yang dialaminya. Pasalnya lelaki tua itu pula mengidap penyakit kusta dan kondisi tubuh yang beberapa bagian yang terlihat cacat. Biasanya penghasilannya sekitaran dua puluh ribu perhari. Katanya sudah cukup untuk makam se hari-hari.
Pada sekali kejadaian pak Jamiun pernah tak sengaja menabrak mobil seorang saudagar kaya, tak seperti orang melarat lainnya yang memilih langsung kabur, namun pak Jamain lebih memilih bertanggung jawab walau dirinya seorang tukang becak.
Berangkat dari kisah pak Jamiun. Hadir kurikulum yang mesti kita petik. Di antaranya soal perjuangan hidup dan keluguhan hati. Pak Jamium kuat dan tangguh menjalaninya. Walau hidup serba keterbatasan ia mampu mengaktualisasi semua kekurangan itu sebagai kekuatan hidup.
Jamiun tak mudah mengeluh dengan keadaan. Ia percaya Tuhan bahwa dialah sebaik-baik petunjuk dan jalan keluar. Ia pula yakin bahwa dibalik kesusahan ada rencana yang indah yang Tuhan akan dilukisnya.
Pula dalam kesusahan kita tak harus menangis dan merangkak dengan keputus asaan tapi harus dibangkitkan dengan kekuatan dan keluguhan yang harus muncul dalam hati.
Pak Jamiun begitu kuat, memberikan arti perjuangan.(Abadi).
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.