Penulis : Ahmad Takbir Abadi ( Fans Sepakbola di Maros )
TROTOAR.ID, — SAJIAN luapan kegembiraan pada pentas akbar empat tahunan itu, terus saja menghasilkan kejutan. Setelah sang jawara bertahan Der Panzer harus lebih awal angkat koper. Kali ini dua negara kiblat sepakbola dunia harus menelan kenyataan pahit, mesti tersingkir lebih dini.
Malam hari tadi Argentina dilumat habis oleh Prancis dengan skor tipis 4-3 setelah Kylian Mbappe tampil impresif di Kazan Arena setelah morobek dua kali jala Franco Armani. Al hasil Tim Ayam jantan memastikan tiket ke babak delapan besar.
Franco Armani turut sedih karena belum mampu mengantarkan sang peraih bola emas empat kali menuju kesejatiannya membawa Tim Tanggo juara. Messi berulang kali ada di titik itu, Layar kamera menuju ke dirinya, tepat pada saat ia mengulas jenggot dengan mata yang berkaca-kaca. Hampir raut yang sama itu terjadi di Rio De Jenairo empat tahun silam, saat dirinya gagal membawa piala emas itu berkandang di Biones Aries.
Maradona sang legenda mungkin kecewa melihat hasil yang menyakitkan itu. Beda dengan dirinya yang mampu menerbangkan Argentina menuju kegempitaan berulang kali.
Jangan salahkan sepenuhnya Jorge Sampaoli, beliau sungguh ekspresif tanpa ampun, jika sundulan Paulo Dybala menepis di atas mistar gawang.
Tak cuma Kun Aguero CS, Tiket kepulangan lebih awal juga di dapatkan oleh Tim Negeri Samba asal Eropa. Jawara Euro 2016 yang ditunggangi oleh sang mega bintang Cristiono Ronaldo harus menelan pil pahit setelah Rodrigo Bentancur dan Luiz Suarez memberikan assist kepada Cavani untuk morebek jala gawang Rui Particio. Dua gol Cavani memastikan Uruguay akan menjamu Prancis di babak delapan besar.
Ronaldo tentu tak lagi membayangkan dunia tak seperti Eropa. Negara negara yang hadir di Rusia mambawa sukma juara untuk tanah airnya yang mereka cintai. Mereka datang dengan poin yang sama namun tekad dan semangat yang berbeda-beda.
Euforia pun sungguh berbeda. Di bangku penonton ada banyak warna negara di sana, tak peduli yang main siapa dan yang di dukung siapa. Sepakbola tiba pada satu titik persatuan yang melupakan sejenak persaingan nuklir Rusia, Korea, dan Amerika.
Sekali lagi. Sepakbola adalah kejutan. Setelah dua sang peraih bintang sepakbola terbaik di muka bumi ini hanya akan menjadi penonton di balik layar. Ini penanda, untuk masing masing bintang muda menujukkan tajinya.
Jerman mungkin akan bertahan lama, jika alumni piala dunia di Afrika dan Brazil di istirahatkan.
Messi dan Ronaldo tak keberatan jika memberi ruang kepada adik-adiknya. Regenerasi mesti hadir juga. Sebagian masyarakat mungkin sudah bosan dengan dua rival sejati itu, termasuk saya.
Saatnya kita lupakan Messi dan Ronaldo. Sebentar lagi bintang baru akan hadir. Biarkan ia bersinar.(**)
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.