Kelakaan tersebut mengharuskan masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak jenis pertalite yang merupakan bahan bakar non subsidi.
Kabid PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya Ardiansyah menganggap pihak Pertamina dan BPH Migas sebagai pihak yang harus bertanggung jawab, atas kondisi yang terjadi.
“Pihak Pertaminan dan BPH Migas harus bertanggung jawab atas kelangkaan BBM Jenis Premium di Sulawesi Selatan,” Ungkap Ketua PTKP HMI Cagora Ardyansah
Menurutnya, kelangkaan BBM Jenis Premium, merupakan permainan pihak pertamina yang memaksa masyarakat untuk menggunakan BBM Jenis lain,
Dia menilai Pertaminan dan BPH Migas sebagai pihaka yang bertanggung jawab atas penyaluran BBM, kata dia terkesan melakukan pembiaran terhadap aktivitas para mafia tersebut.
Olehnya itu Aktivis HMI Gowa Raya ini meminta kepada Menteri ESDM untuk mencopot General Manager PT. Pertamina Regional VII dan Kepala BPH MIGAS serta segera melakukan penyegaran ditubuh Pertamina dan BPH Migas.
“Kami meminta Menteri ESDM untuk mengambil sikap tegas dengan mencopot GM Pertamina Regiobal VII dan Kepala BPH Migas, karena kami menilai pembiaran yang dilakukan mencederai hati Rakyar,” Pungkas Ardiyansah (RILIS)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur jalan dalam…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang…
This website uses cookies.