Darmawan merasa tak terima dengan aksi demonstrasi mahasiswanya. Aksi demonstrasi ini lantaran adanya dugaan kasus korupsi pada pengadaan Kartu Mahasiswa.
“Ada 3 yang menjadi point tuntutan. Hanya yang menjadi prioritas adalah penurunan jabatan dari pimpinan,” jelas salah seorang peserta aksi, Anjas Marwanto (30/7/2018).
Anjas yang juga pengurus Majelis Permusyawaran Mahasiswa ini berharap agar Direktur segera melakukan evaluasi terhadap pejabatnya. Khususnya pejabat dibidang kemahasiswaan yang menangani langsung soal Kartu Mahasiswa.
“Kalau tuntutan untuk pak direktur itu berbunyi mengupayakan untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi,” katanya.
Informasi yang berhasil dihimpun, persoalan dugaan korupsi ini bermula dengan kebijakan baru kampus menjadikan kartu mahasiswa sekaligus berfungsi sebagai ATM. Hingga kemudian didapati kalau kartu mahasiswa yang sekaligus sebagai ATM didalamnya tidak terdapat saldo sesuai dana yang disetor ratusan mahasiswa. (**)
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…
MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar…
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa pendidikan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru…
This website uses cookies.