Persatuan dan kesatuan harus hadir di negeri yang berbagai rupa. Ini bukan lagi soal rasa, ras, dan tanah air semata. Tapi dari semananjung himalaya hingga perbatasan samudra adalah gambaran cint tentang Asia.
Dulunya Soekarno telah membuktikannya, dengan semangat yang membara ia nekad lahirkan pesta olohraga terbesar se Asia. Dengan penuh keterbatasan, ia tak segan mampu membuat dunia berdecak kagum melihat Indonesia.
Tahun 1962, kita mampu membusungkan dada. Indonesia tampil sebagai tuan rumah. Walau ini ada hubungannya dengan politik luar negeri sang penguasa, namun ini adalah langkah awal yang tak bisa dilupa oleh generasi muda.
Saatnya Asian Games warna baru sudah muncul di depan mata, jarak antara 1862 hingga 2018 adalah perjalanan panjang untuk bangsa sebesar Indonesia. Ini bukan lagi kepentingan penguasa tapi atas nama bangsa yang harus dianggap oleh Dunia.
Saatnya Indonesia ada pada usia yang berbeda, usianya kini sudah sudah menjumpai 73 tahun. Indonesia tak main-main di sini, 800 orang atlet resmi dilantik jadi pahlawan untuk mementaskan cinta di medan laga.
Pada sebuah pertemuan, Imam Nahrawi mengatakan bahwa ada banyak kejutan dari anak muda kita Zohri telah menggoreng emas di Selandia, Zohri mampu membuktikan bahwa berlari tak lain adalah kerja keras untuk sebuah mimpi tentang merah putih yang bersinar, di tempat lain dengan ajang yang berbeda Yeni Megawati juga mampu kibarkan merah putih di ajang Ju Jitzu Internasional.
Katanya pemerintah menargetkan untuk meraih 14 hingga 18 mendali emas.Namun ini, bukan hanya soal kepingan emas,perak dan perunggu itu, tapi juga nama baik yang harus dijalankan.
Xavarius Kapten Tim Basket Indonesia mengingikan, dilapangan mereka perlu dukungan dari rakyat Indonesia, Aldo Saputra atlet Bassball berharap, mereka butuh tepuk tangan yang paling kencan dan teriakan paling keras. Berlian Marsela katakan, kerja keras tak cukup jika tak diselangi doa kepada maha kuasa.
Namun Indonesia bukanlah semata-mata untuk mencari juara. Ingat! kita ini tuan rumah. Harus melayani tamu dengan ramah. Kita sampingkan dulu ego dan kepentingan. Mari rangkul tamu-tamu terhormat dengan sapaan sebagai bangsa yang berbudaya.
Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak mengatakan, ini bukan soal menang kalah tapi inilah mimpi dari Soekarno kepada anak bangsanya yaitu “ nasional karakter bulliding” atau pembangunan karakter nasional yang harus bernanak.
Kita akan melihat atlet kita punya cinta lebih tentang Indonesia. Kita akan disugukan oleh mereka sebuah permainan yang jauh lebih indah.
Coba kita tengok pada Piala Dunia di Rusia kemarin, penonton Jepang menunjukkannya. Se habis pertandingan usia di dalam stadion mereka membersihkan bangku-bangku penonton. Di loker bekas para pemain, punggawa negeri matahari terbit itu tak segan membereskan loker pemain yang telah dipakainya
Sebuah kemajuan karakter yang menampar kita. Karakter yang merujuk pada pembangunan emosianal dan pendekatan persaudaran yang baik.
Ini lagi bukan soal kalah dan menang, jika saat berlaga apapun hasilnya sebagai tuan rumah mari tetap menyambutnya sebagai kawan yang ramah.
Petinju legendaris dari Amarika Mike Tysen pernah membuktikannya. Saat lawannya terkapar karena pukulan keras. Bukan selebrasi menang yang paling ia utamakan, tapi merangkul sang lawan sebagai kemanangan atas nama persaudaraan.
Itulah mimpi kita, sejarah sebagai tuan rumah di ajang akbar. Ajang yang menyangkut banyak kepala dan negara di dunia. Mari menyambutnya dengan penuh suka cita, menjadi tuan rumah yang mengangkat harkat dan menjaga martabat sebagai bangsa yang punya marwah.
Kepada atlet atlet se Asia, selamat datang di Indonesia. Selamat beristrirahat di hotel hotel yang kami punya, maafkan jika ada kekurangan. Semoga betah di negara yang apa adanya.
(To athletes in Asia, welcome to Indonesia. Congratulations on having a wife at the hotel we have, forgive if there is a shortage. Hopefully you need in a country that is.)
Terkhusus kepada atlet-atlet kebanggaan Indonesia, semangatlah dalam berlaga. Singsingkan dalam dada bahwa garuda akan selamanya menjadi juara. Yakinlah!
Penulis: Ahmad Takbir Abadi ( Supporter Indonesia )
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…
This website uses cookies.