Dalam khutbahnya Idrus menyampaikan apa yang dialami masyarakat NTB atas musibah Gempa Bumi merupakan duka yang mendalam dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, olehnya itu pemerintah sejak awal konsisten hadir bersama dengan warga NTB.
“Sejak awal bencana terjadi, posisi pemerintah sudah tegas. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, tidak boleh ada anak bangsa yang tidak diurus. Negara harus hadir. Negara harus menunjukkan tanggung jawabnya. Itu ditunjukkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa semua rumah yang terkena dampak bencana, akan dibangun kembali,” kata Mensos dalam bagian khutbahnya.
Divhari raya Idul Adha, Idrus Marham menyerahkan hewan kurban dari Presiden Joko Widodo, Menko PMK puan Maharani, Menteri Perindustrian Air Langga Hartarto, Kepala BIN Budi Gunawan, PWakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol. Antam Novambar, dan Menteri Pemberdayaan Apatatur Negara Syarifudin dan dirinya yang total berjumlah 7 ekor sapi yang diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah Lombok Utara H. Suardi usai salat Idul Adha.
Bukan Azab Tapi Ujian
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan pesan dukungannya kepada korban gempa.
“Orang berkomentar di media sosial gempa Lombok merupakan azab. Itu adalah kesesatan dan tidak berlogika,” ujar Idrus Marham dalam khutbahnya.
Idrus menegaskan, azab dari Allah SWT ditujukan kepada umat yang membangkang, sedangkan warga NTB dikenal sebagai umat yang memiliki keimanan tinggi. Bahkan, daerah tersebut dijuluki “Pulau Seribu Masjid”.
“Logika Islam, gempa bumi yang terjadi saat ini adalah ujian untuk mengingatkan warga NTB selalu berpegang pada keimanan dan ketaatan,” ujarnya.
Menurutnya, kita manusia harus selalu harus berbaik sangka (husnuzdhon), jangan sekali-kali berburuk sangka ( su’udzhon ) kepada Allah. Sebab sejatinya, apapun yang diberikan Allah kepada kita adalah yang terbaik bagi hamba-Nya.
Yang kedua, cara yang paling arif dalam menghadapi musibah sebagai orang beriman kita hendaknya mengembalikan semua ketentuan kepada Allah seraya berserah diri, memperkuat kesabaran, dan memohon pertolongan dan mendekatkan diri dengan solat.
Ketiga, sikap arif dalam menghadapi bencana adalah dengan mengambil hikmah di balik semua ujian ini. Boleh jadi ujian ini adalah surat cinta Allah kepada hamba-Nya.
Kemudian yang keempat, sebagai hamba yang beriman harus mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun . Seperti surat Al Baqarah 156, yang berbunyi: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ ”.
“Harus kita ingat bahwa kita semua akan kembali kepada-Nya. Tatkala itu terjadi kita tidak akan membawa apa-apa. Tidak membawa kekayaan, tidak membawa jabatan. Yang kita bawa hanya iman, amal, dan ketakwaan,” katanya.
Lombok Bangkit dan Bangun Kembali
Tak lupa Idrus Marham mengajak masyarakat NTB untuk menjadikan momentum Idul Adha 1439 Hijriyah untuk bangkit kembali membangun Lombok. “Dengan dasar ketauhidan, pasti akan ada pertolongan. Tidak mungkin Allah SWT membiarkan hambanya mengalami ujian tidak sesuai kemampuannya,” ucap Marham
“Dengan semangat kesabaran, ketakwaan dan kebersamaan saya mengajak masyarakat Lombok untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Ajakan Lombok Bangkit dan Bangun Kembali seringkali digelorakan Menteri Sosial seusai kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB pada Selasa, 21/8/2018.
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…
This website uses cookies.