Namun bagi honorer K2 ini ada beberapa hal yang harus di siapkan untuk dapat lulus seleksi admistrasi. Diantaranya harus memiliki pendidikan Strata Satu (S1) untuk tenaga Pendidik dan Diploma III bagi tenaga kesehatan dan terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Selain itu, honorer K2 juga harus memenuhi amanah UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan.
Hal itu berdasarkan pada Peraturan Menteri PANRB No. 36 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS tahun 2018.
Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja juga menjelaskan bahwa selain persyaratan admistrasi tersebut, faktor usia juga menjadi salah satu hal yang harus di pertimbangkan, dalam hal ini usia pelamar tidak lebih dari 35 Tahun.
“Jalur khusus tersebut diperuntukkan bagi tenaga Pendidik dan Kesehatan namun harus memperhatikan Kejang pendidikan dan status usia dan apakah telah terdaftar di BKN atau tidak, dan harus memiliki bukti pernah ikut THK-II pada 3 November 2013” Ungkap Setiawan dikutip dari situs Menpan, Jumat (7/9/2018).
Sementara itu, mekanisme atau sistem pendaftaran berada di bawah koordinasi BKN. Adapun pendaftar dari eks tenaga honorer K2 yang telah diverifikasi dokumennya wajib mengikuti seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan tidak ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi eks THK-II.
“Pengalaman kerja selama minimal 10 tahun dan terus menerus menjadi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks honorer K-II ditetapkan sebagai pengganti SKB,” imbuh Setiawan mengutip Permen PAN-RB No. 36/2018.
JAKARTA , TROTOAR.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, sempat…
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak cepat merespons laporan warga di media sosial…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa profesi wartawan merupakan profesi terhormat…
This website uses cookies.