TROTOAR.ID, MAKASSAR — Gempa dan tsunami yang meluluhlantahkan Kota Palu dan sekitarnya menyimpan duka yang mendalam bagi para korban bencana alam yang terjadi pada Jum’at 28 September kemarin.
Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan dari bencana yang menyita perhatian banyak negara yang menyalurkan bantuan tercatat korban meninggal dunia saat ini telah mencapai 1.763 orang.
“Jumlah korban sampai hari ini pukul 13.00 WIB mencapai 1.763 orang meninggal dunia,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, di gedung BNPB,Jakarta, Minggu (7/10/2018) dikutip CNNIndonesia.com.
Sutopo berkata, jumlah korban meninggal dipastikannya akan terus bertambah seiring dengan tim evakuasi dilapangan melakukan pencarian terhadap korban
Sutopo juga menyebutkan jika Korban meninggal paling banyak terdapat di Kota Palu, yang jumlah mencapai 1.519 orang.
Selain itu,dia menyebutkan jika terdapat korban meninggal dunia di Donggala mencapai 159 orang dan di Sigi 69 orang Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang
“Dari jumlah tersebut jenazah paling banyak ditemukan di kota Palu, karena mereka terkenal gelombang tsunami, dan masih banyak juga korban yang tertimbun di Kompleks Perumnas,” Ungkap Sutopo
Dari jumlah korban meninggal di jelaskannya Sebanyak 1.755 korban telah di kebumikan secara massal yakni di TPU Paboya sebanyak 753 jenazah, TPU Pantoloan 35 jenazah, serta pemakaman keluarga sebanyak 923 jenazah, di Donggala 35 jenazah, Biromaru delapan jenazah, dan Pasangkayu satu jenazah.
Sementara itu, korban yang luka berat mencapai 2.632 orang, 265 korban hilang, dan 152 orang tertimbun.(**)

