Pasalnya sejumlah hotel dan wisma yang ada di kota Makassar terisi penuh, oleh sebagian masyarakat yang memilih nginap di hotel yang memiliki aliran listrik yang di hasilkan dari pembangkit yang disiapkan oleh pihak manajemen hotel.
Bahkan dari pantauan Trotoar.id beberapa tempat terlihat sejumlah keluarga dengan membandingkan anak mereka menghampiri sejumlah hotel yang belum penuhi pengunjung.
Bahkan terlihat pula sang ibu dengan babi yang diduga berumur bulanan juga ikut bersama orang tuanya mencari hotel maupun wisma.
“Terpaksa kami harus menginap di hotel ini pak karena kami maubtak mau harus kerja pagi-pagi, apa lagi tidak ada kejelasan kapan listrik akan menyala,” Ungkap Mira salah seorang warga kota Makassar
Bukan cuma Mira, salah seorang warga kota Makassar juga menyesalkan adanya pemadaman yang sampai saat ini, sebab tidak ada yang dapat dilakukan jika pemadaman selama ini.
“Mana besok kita harus mandi baru kekantor, na kalau mati lampunya tidak ditahu sampai kapan lisiriknya,, padam belum lagi cuaca yang panas dan nyamuk menganggu, makanya kami memilih menginap di tempat yang memiliki penerangan,” Jelasnya
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, memberikan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung hangat…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar hadir dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus memperkuat pemutakhiran data pemilih berkelanjutan…
Makassar, Trotoar.id -- Patahudding meninjau langsung lokasi pembibitan sekaligus pelatihan teknik sambung pucuk kakao di…
This website uses cookies.