TROTOAR.ID — Sehari seteah penutupaj KKT APEC yang di gelar di Papua Nugini, ratusan tim pengamanan yang berasal dari Polisi dan Tentara mengamuk, lantaran honor pengamanan terhadap mereka belum di bayarkan.
Mereka mengamuk dengan merusak sejumlah fasilitas di gedung Parlemen yang berada di ibu kota Port Moresby, pasalnya Parlemen menjanjikan akan mencairkan uang tunjangan mereka sehari setelah KTT APEC Berakhir.
Para Polisi dan tentara yang mengamuk tersebut menagih janji pihak parlemen terkait pemberian bonus sebesar 350 Kina atau setara Rp 1,5 juta kepada seriap petugas keamanan yang menjaga proses pelaksaaan APEC KTT APEC.
Juru bicara Kepolisian Papua Nugini Dominic Kakas. membenarkan kabar aksi protes para anggita POlisi dan tentara papua nugini, dia mengatakan dalaminsiden tersebut tidak adan yang dinyatakan terluka
“Sekelompok polisi dan tentara berada di luar gedung parlemen dan meminta tunjangan mereka,” sebut Kakas seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/11).
Kakas mengatakan, aksi protes yang dilakukan personil kepolisian dan tentara akan segera berakhir dan tidak akan membesar hingga kesejumlah wilayah sebab, persoalan tersebut sudah diurus oleh pihak yang memegang kewenangan.
Menurut seorang saksi mata yang ada di luar gedung, tentara dan polisi yang ikut protes berjumlah ratusan.
“Keadaan di luar gedung parlemen mencekam. Saya melihat puluhan mobil polisi dan militer, mereka memblokir beberapa ruas jalan,” ucap seorang saksi mata.
diketahu sendiri Papua Nugini swlaku tuan rumah penyelngaraan KTT APEC ini dituding menghamburkan anggaran dengan membuat KTT tersebut semewah mungkin, bahkan barang yang tak perlu dibeli seperti 40 mobil Maserati dan kapal feri mewah terpampang jelas di KTT itu.
Beberapa kelompok masyarakat Papua Nugini menunjukkan kemarahannya atas tindakan pemerintannya. Sebab, penghamburan anggaran dilakukan saat Papua Nugini berhadapan dengan menyebarnya wabah kolera dan malaria serta banyaknya guru yang tak dibayar gajinya.
