Pemerintahan

NA Tekankan Pentingnya Database Pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sulsel

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/11).

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Forkopimda Sulsel, bupati dan wali kota se Sulsel serta unsur pihak yang tergabung di TPID.

High Level Meeting Tim Pengendalain Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran strategis dalam tataran kebijakan pengendalian inflasi. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Pada pertemuan tersebut, NA meminta kepada semua unsur terkait untuk menangani inflasi dimulai dari hulu.

Dijelaskan oleh NA bahwa, kenaikan harga bahan pokok karena ada distorsi antara persediaan bahan pokok dengan kebutuhan masyarakat. Belum lagi harga di petani dan pedagang yang jauh berbeda. Data yang valid sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk membuat kebijakan yang tepat.

“Jujur saja kita belum punya data base tentang pangan, tentang komoditas kita,” sebutnya.

Ia juga meminta tim TPID harus terlibat dalam semua proses, TPID harus kerja dari hulu ke hilir. Sehingga persoalan dapat diketahui lebih komprehensif dan solusi dapat diambil.

“Dari dahulu kita selalu rapat TPID hanya bahas harga tapi tidak menyentuh penyebab kanaikan harga,” jelas Nurdin Abdullah.

NA berharap agar inflasi tidak hanya melihat di pasar tetapi dimulai di sektor produksi.

Sementara itu, berdasarkan data BPS, Inflasi Sulawesi Selatan 2018 sebesar 3,69% (yoy) dan Inflasi Sulawesi Selatan lebih tinggi daripada Inflasi Nasional sebesar 3,16% (yoy) dari target capain 3,5 + 1% (yoy) tahun 2018.

Inflasi bulanan Sulsel pada Oktober 2018 tercatat sebesar 0,27% (mtm) lebih rendah daripada inflasi bulanan Nasional (0,28%). Meskipun demikian, inflasi tahun kalender (2,34%, ytd) dan tahunan (3,69%, yoy) Sulsel lebih tinggi daripada Nasional yang tercatat masing-masing sebesar 2,22 (ytd) dan 3,16 (yoy).

Inflasi Sulsel tetap terjaga dalam target inflasi (target 2015 – 2017: 4±1%) target 2018: (3,5±1%). Inflasi Sulsel terutama didorong oleh Kelompok Bahan Makanan antara lain Beras, Daging Ayam
Ras, Ikan Bandeng dan Ikan Cakalang.

Tujuh komoditas pemicu inflasi di Sulawesi Selatan tahun 2018 adalah: Beras (0,35 %); Daging Ayam Ras (0,18%); Bandeng/ Bolu (0,17%); Ikan Cakalang/Sisik (0,14%); Kangkung (0,08%); Cabai Rawit (0,06%); Ikan Layang/Benggol (0,06%).

Secara spasial, inflasi tahun 2018 berdasarkan 5 Zona yaitu: Zona Watampone (Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai) dengan inflasi 4,90% (yoy); Zona Palopo (Kota Palopo, Kab. Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Tana Toraja dan Toraja Utara) dangan inflasi 4,17% (yoy);

Sedangkan Zona Makassar (Kota Makassar, Pangkep, Gowa, Maros dan Takalar dengan inflasi (3,68% (yoy); Zona Parepare ( Kota Pare Pare, Pinrang, Sidrap, Barru dan Enrekang ) dengan inflasi 2,37% (yoy); Zona Bulukumba (Kab. Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Selayar) dengan inflasi 3,52% (yoy).

Berdasarkan data, inflasi menunjukkan bahwa zona yang melampaui target inflasi 3,5 + 1 % adalah Zona watampone 4,90%.

Strategi yang perlu dilakukan oleh TPID Provinsi / Kab/Kota dalam pengendalian inflasi dikenal dengan 4 K yaitu: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi ekspetasi.(*)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju

Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda

8 jam ago

DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan

MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…

10 jam ago

Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…

10 jam ago

Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…

10 jam ago

Pajak Hiburan Makassar Lampaui Target, Tren Positif Dorong PAD Tembus Rp36 Miliar

MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…

10 jam ago

Ketua TP PKK Luwu Tekankan Peran Posyandu sebagai Pusat Edukasi Masyarakat

LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…

10 jam ago

This website uses cookies.