Dia menjadi mangsa buaya yang berukuran panjang empat meter tersebur saat hendak menemani sang ayah untuk melihat kandang ternak milik keluarganya yang tidak jauh dari rumahnya.
Sang ayah yang mengetahu anaknya diterkam bhuaya tidak bisa berbuat banyak, pasalnya hewan buas tersebut langsung menyeret Kristin ke dalam muara meskipun sang ayah sempat menunggangi sang buaya tersebut untuk menyelamatkan anaknya.
Bahkan uapa menyelamatkan anaknya pun sia-sia, meskipun bisa terlepas dari cengraman buaya, namun nyawa anak tersanganya tersbeut tidak dapat tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
Atas peristiwa tersebut, sejumlah warga dibantu pihak BKSDA NTT mengejar dan menangkap buaya yang menerkap salah satu warga, dan buaya yang berhasil ditangkap warga kemudian membawa buaya tersebut menggunakan kendaraan roda empat ke kupang agar tidak meresahkan warga kampung Oni.
Berdasarkan catatan BKSDA NTT, sejak Januari hingga awal Desember 2018, sudah 10 orang meninggal akibat terkaman buaya ganas, dan dua orang lainnya selamat namun menderita-luka setelah bertarung melawan terkaman buaya. (***)
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…
LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…
This website uses cookies.