Categories: Politik

PSI Andalkan Putra Gubernur Sulsel, Raih Kursi di Semua Dapil

TROTOAR.ID, MAKASSAR –– Sistem demokrasi perwakilan akan menyerahkan pengelolaan daerah di pundak para anggota dewan. Keputusan yang akan diambil oleh para wakil rakyat sangat menentukan masa depan suatu daerah, oleh karena itu para calon wakil rakyat seharusnya lahir dari hasil seleksi yang betul-betul memiliki kapabilitas.

Pemilihan legislatif 2019 diharapkan dapat menghasilkan legislator yang lebih baik dari pemilihan sebelumnya, yang betul-betul bekerja untuk kepentingan rakyat.

Namun, untuk menduduki kursi parlemen tidak hanya membutuhkan kapabilitas, perlu ada faktor penunjang dan indikator lain yang harus disiapkan, termasuk soal strategi dan terobosan baru.

Berikut ini ada tiga alasan yang diungkapkan oleh Andi Irfan, peneliti Law and Political Research Centre (LPRC) saat ditemui di salah satu Warkop, Makassar, Selasa (29/1/2019) bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan memenangkan Calegnya di masing-masing Dapil di Sulawesi Selatan, baik DPRD Kabupaten/Kota maupun DPRD Provinsi.

  1. PSI Tidak Memiliki Caleg Mantan Koruptor
    Partai Solidaritas Indonesia adalah satu-satunya partai yang tidak mengajukan mantan terpidana korupsi sebagai calon anggota legislatif. Meskipun partai baru, PSI tidak ingin mengambil resiko dengan menghadirkan tokoh yang pernah terjerat masalah korupsi hanya karena ingin mendapatkan efek elektabilitas. Justru filter dan seleksi yang dilakukan oleh PSI dalam mencari kader dan Caleg yang memiliki kapabilitas, menjadi ancaman bagi partai politik lain.
  2. PSI Gunakan Aplikasi Qlue
    Partai Solidaritas Indonesia adalah satu-satunya partai politik yang akan menggunakan aplikasi qlue untuk mengawasi kinerja anggota legislatifnya. Pengawasan berbasis aplikasi ini diyakini efektif untuk mengukur kinerja, terutama terkait dengan korupsi dan kredibilitas anggota dewan dari PSI.
  3. Ketua Bappilu PSI Sulsel Adalah Putra Gubernur Sulawesi Selatan
    Setelah Pemilihan Gubernur Sulsel 2018, putra dari Gubernur terpilih Prof Nurdin Abdullan, M. Fathul Fauzy Nurdin, memutuskan untuk masuk dalam kancah politik, bergabung bersama Partai Solidaritas Indonesia dan ditunjuk sebagai Ketua Bappilu (Badan Pemengan Pemilihan Umum) PSI Sulsel. Alasan penunjukan sebagai Ketua Bappilu karena Bro Uji (sapaan akrab M. Fathul Fauzy Nurdin) dianggap telah membawa kemenangan bagi ayahnya, sehingga kemenangan itu ingin diulang bersama PSI di Pileg 2019.

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju

Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda

6 jam ago

DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan

MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…

8 jam ago

Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…

8 jam ago

Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…

8 jam ago

Pajak Hiburan Makassar Lampaui Target, Tren Positif Dorong PAD Tembus Rp36 Miliar

MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…

8 jam ago

Ketua TP PKK Luwu Tekankan Peran Posyandu sebagai Pusat Edukasi Masyarakat

LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…

8 jam ago

This website uses cookies.