Aktivis Perempuan Minta Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Hukum Kebiri

0
65
Ilustrasi Penyekapan

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar meminta kepada pihak keplisian agar pelaku kekerasan eksual terhadap anak di bawah umur, agar kiranya dapat di beri hukuman yang berat, bahkan hingga hukuman kebiri yang dianggap layak diberikan kepada para pelaku kekerasan seksual terhadap anak

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo, yang murkan atas kejadian yang dialami seorang gadis remaja yang masih duduk di Bangku SMU di kabupaten Gowa.

Pelakuanm pelaku dianggapmya cukup sadis, sebab selain memperkosa, secara berganti-gantian, korban juga mengalami kekerasan dan disekap selama beberapa hari oleh ketiga pelaku bejat tersebut.

Baca Juga  Polisi Tembak Pelaku Utama Pemyekapan dan Pemerkosa Gadis Remaja Asal Gowa

“Kalau bisa pak Polisi jatuhi saja hukuman Kebiri kepada para pelaku, sebab kelakuan bejat ketiganya sangat sadis, dan patut di beri hukuman berat dan hukuman kebiri,” Tegas ANdi Tenri Palallo.

Aktivis Perempuan dan anak ini mengaku tingkat kekerasan seksual terhadap anak terus saja terjadi, pasalnya tidak ada hukuman jera yang didapatkan pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang dianggap menjadi salah satu pemidu mengapa para pelaku tega menyiksa anak perempuan di bawah umur.

Andi Tenri Pallalo pun belum puas setelah ketiga pelaku ditangkap dan satu di antaranya telah mendapatkan tima panas di betisnya karena berusaha melawan saat ditangkap.

Mantan Komisioner KPU Privinsi Sulsel tersebut juga mengaku, perlakuan bejat yang dilakukan ketiganya terhada korban, telah merampas masa depan anak yang memiliki cita-cita yang panjang.

Baca Juga  Golkar Akan Sanksi Kadernya Yang Sumbang Sandiaga, Bagaimana Dengan yang ini?

“Harusnya ketiga pelaku itu dikebiri saja karena sudah sangat keterlaluan, saya tidak bisa bayangkan anak gadisnya orang diajak lalai dibawa ke tempat untuk dibegituin,” kata Andi Tenri Pallalo, Senin (14/1/2018).

Kelakuan tiga pelaku yang cukup sadir tersebutm, siapa pun tidak ada yang bisa membenarkan prilaku sadis ketinganya, dan siapa yang berani bertanggung jawab pada korban jika dia tertular penyakit.

“Siapa yng mau bertanggung jawab terkait masa depan dan kondisi kesehatan korban, jika mana pelaku tertular penyakit, sehingga Apapun alasannya, semua orang harus memiliki rasa perlindungan terhadap seorang perempuan apa lagi itu anak dibawah umur,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Resmikan Penggunaan Asrama Mahasiswa Latimojong di Kota Bogor

Sementara korban kekerasan seksual dari tiga pelaku saat ini masih dalam pendampingan untuk memulihkan rasa trauma yang dialami oleh korban.

Sebelumnya diberitakan, seorang remaja berusia 16 tahun di salah satu SMA di Kabupaten Gowa, berhasil lolos dari sekapan tiga pria. Gadis tersebut disekap di sebuah ruko di Jalan Sultan Alauddin, depan kantor Polsek Rappocini, Kota Makassar.