Nurdin Abdullah Dampingi Gubernur Ehime Menghadap Wapres JK

0
80

TROTOAR.ID, JAKARTA — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Gubernur Perfekture Ehime, Jepang, Tokihiro Nakamura dan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah (NA) di Kantor Wapres, di Jalan Merdeka Utama Jakarta Pusat, Senin (14/01).

Nurdin Abdullah mengatakan, kunjungan Gubernur Ehime kali ini, membawa rombongan pengusaha, termasuk perbankan. Mereka akan mengembangkan model operasi pengembangan akuakultur.

“Mereka akan mengembangkan budidaya ikan tuna, dan beberapa yang memang kulitas ekspor, kita berharap, besok di Makassar kita akan tandatangani MoU, ini tahapan awal untuk pengembangan,” kata Nurdin Abdullah.

Baca Juga  Menpan RB Beri Pengarahan pada ASN Lingkup Sulsel

Besok hingga dua hari ke depan, rombongan ini akan berada di Makassar dan merupakan kunjungan balasan setelah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada bulan Desember lalu melakukan kunjungan ke Ehime.

Lanjut NA, pihak Jepang akan mengirim beberapa sumber daya manusia (SDM) yang mereka miliki di bidang akuakultur untuk memberikan training. Selain menyiapkan SDM, juga pembangunan infrastuktur. Sehinggi transfer knowledge dan teknologi dapat dilakukan.

“Infrastruktur juga mulai dibangun dan mereka juga sudah siap untuk training di Indonesia untuk bekerja sama,” sebutnya.

Baca Juga  Kajati Apresiasi Kinerja Gakumdu Sulsel

Dalam pertemuan pertama ini, NA menyatakan belum mengetahui berapa besaran investasinya.

Ditambahkan NA, di Sulsel hampir semuanya visible (dapat) untuk dilakukan budidaya untuk daerah pesisir pulau-pulau. Ini setelah pihak mereka melakukan survei. Kecuali daerah daratan.

“Selayar itu itu cukup bagus, disamping luas, wilayahnya masih sangat belum tercemar, karena mereka butuh wilayah yang masih virgin,” ujar NA.

Imbuhnya, mereka di Jepang telah melakukan budidaya, mengembangkan satu keramba dengan 1.500 ekor. Dan dalam empat tahun bisa menjadi 100 Kg.

Baca Juga  BNNP Ringkus 3 Orang Beserta Narkoba Sabusabu 4 kg Siap Edar Dikamar Hotel

“Itukan mereka empat musim, kita coba lihat di Indonesia itu dalam dua tahun bisa menjadi 100 kg. Nah satu keramba itu nilainya sekitar Rp27 miliar,” pungkas NA.(*)