Nyambi Sebagai Mucikari, Seorang Mahasiswi Di Samarinda Diringkus Polisi

0
57

TROTOAR.ID, SAMARINDA — Satreskrim Polres Samarinda, Kalimantan Timur berhasil mengamankan seorang Mahasiswi YD, dan dua rekannya yang masuk dalam jaringan “Prostitusi” Online di Samarinda Kalimantan Timur.

Kasatreskrim Polrestabes Samarinda Kompol Sudarsono menjelaskan, tiga orang pelaku prostitusi online, yang diamankan anggotanya yakni YD (28) sebagai muncikari, RD (23) dan GA (23) keduanya sebagai pelaku prostitusi, dalam sebuah penggrebekan yang dilaksanakan belum lama ini di dua hotel yang berada di Kota Samarinda.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, tarif bisnis prostitusi online yang diperankan mahasiswa tersebut berkisar di harga Rp 1 juta rupiah untuk sekali kencan.

Baca Juga  Jokowi Sapa Pedagang Dipasar Segar Kota Makassar

Sedangkan mucikari sendiri memperoleh tip dari bisnis prostotusi tersebut sebesar Rp 100 ribu dalam sekali transaksi, prostitusi nline yang dilakoninya.

Sementara YD yang diketahui adalah seorang mahasiswi dari perguruan tinggi ternama di Kota Samarinda, diamankan saat polisi melakukan komunikasi untuk menangkap YD bersama rekannya, RD dan GA yang merupakan warga di Kota Samarinda.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang kami peroleh, jika bisnis porstitusi online marka di Samarinda, kami melakukan penyelidikan dan hasilnya berhasil mengamankan tiga pelau satu diantaranya mucikari dan dua Sebagai PSK,” jelas Sudarsono sebagai mucikari di kutip Detik.com Senin (14/1/2019).

Baca Juga  Targetkan 30 Suara Iqbal Airifn Sasar pemilih Milennial

UNtuk menjebak kelompotan prostitusi online, Polisi coba mengatur siasat dan berkomunikasi berkomunikasi bersama dengan YD yang juga berperan sebagai muncikari.

Setelah komunikasi berjala, polisi yang menyamar dan YD akhirnya sepakat untuk menyodorkan anak buahnya buahnya untuk menemani polisi yang menyamar di dua hotel yang berbeda.

“Dalam operasi ini kami menyewa dua hotel untuk menjebak para pelaku bisnis prostitusi online ini,” jelasnya.

Dihadapn polisi, YD mengaku jika bisnis “esek-esek” yang dilakoninya telah berjalan sejak tahun 2017, namun berdasarkan pengakuan RD jika dirinya pernah dijual oleh YD tahun 2016.

Baca Juga  LSM PERAK Laporkan Proyek Alkes RSUD Haji ke Kejati Sulsel

“Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut dengan keterangan para pelaku dan sejumlah saksi akan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap binis prostitusi lainnya yang mungkin masih ada di kota Samarinda,” tegas Sudarsono. (***)