Site icon Trotoar.id

Humas Mudrik: Pemprov Sulsel Siapkan Skema Tambahan PBI BPJS Kesehatan

IMG 20190215 WA0043

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menyiapkan anggaran untuk memfasilitas masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan. Kamis (14/2), di Baruga Lounge Kantor Gubernur Provinsi Sulsel.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, untuk membahas hal ini, diantaranya BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Sulsel dan Dinas Sosial Sulsel.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam rapat koordinasi ini adalah masih seringnya ada masyarakat yang masuk kategori miskin namun tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk itu, salah satu langkah yang direncanakan adalah penambahan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Andi Sudirman mengatakan, bahwa pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial dan Dukcapil agar melakukan sinkronisasi data serta untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Sesuai dengan tagline kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Olehnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling menyatakan, pihaknya dengan Dinas Kesehatan akan terlebih dulu melakukan cross check data masyarakat miskin yang ada.

“Kita akan cek dulu, apakah memang ada masyarakat yang masuk dalam kategori itu yang belum mendapat KIS. Kalau ada, berapa jumlahnya,” ucapnya.

Ilham melanjutkan, pihaknya memiliki data masyarakat miskin berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang sistematis berdasarkan nama dan alamat, yang mana jumlahnya mencapai 302.985 KK.

Menurut Ilham, sesuai arahan Wakil Gubernur langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan cross check terhadap data BDT ini. Untuk melihat, jumlah masyarakat yang belum mendapatkan KIS atau yang telah mendapatkan KIS melalui cover APBN.

“Dari hasil pengecekan misalnya ditemukan ternyata memang ada yang belum tercover. Inilah yang akan kita usulkan untuk dicover melalui APBD Provinsi. Tapi itu kewenangan Dinas Kesehatan untuk melakukan,” jelasnya.(*)
[15/2 14.36] ‪+62 811-4150-0115‬: Kembangkan Jeruk Selayar, Nurdin Gandeng Pengusaha

*Bertemu Aksa Mahmud di Baruga Lounge

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) tengah berusaha mengembalikan kejayaan jeruk selayar. Pengembangan jeruk selayar ini dibahas Nurdin dengan Pengusaha Aksa Mahmud usai menghadiri pelantikan Bupati – Wakil Bupati Wajo dan Luwu di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Jumat (15/2).

“Kita lagi mau mengembalikan kejayaan jeruk Selayar. Pak Aksa sebagai pengusaha nasional tentu punya care (kepedulian) bagaimana jeruk ini bisa kita kembangkan kembali,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin membeberkan kontribusi Aksa Mahmud, salah satunya akan membantu bibit.

“Belum tahu berapa, yang pasti beliau ingin berkontribusi dalam pengembalian kejayaan jeruk selayar,” sebut Nurdin.

Jeruk selayar diyakini menjadi salah satu komiditi yang dapat menjadi salah satu magnet menarik wisatawan. Seperti diketahui, Selayar mempunyai daya potensi wisata luar biasa, bukan hanya wisata alam, tetapi juga wisata kuliner.

Selain pengembangan jeruk selayar, Pemprov juga mewacanakan pembangunan hotel kerjasama dengan Pemda setempat terkait penyedian lahan. Pasalnya salah satu kendala di Selayar yakni masih minimnya hotel dengan fasilitas representatif yang dapat menarik minat wisatawan.

“Karena airport sudah berfungsi normal, pesawat setiap hari sudah lancar. Maskapai Wings sudah masuk, Garuda. Tinggal bagaimana hotel,” jelasnya.

Sementara itu, Aksa Mahmud menjelaskan, Gubernur mendorong Selayar sebagai daerah wisata sehingga pembangunan hotel yang representatif tentu diperlukan.

“Karena ini pulau, jadi kita harus mendatangkan ahlinya, bahwa Selayar ini mau di tempatkan hotelnya semacam resort,” ujar Aksa Mahmud.

“Ini bagaimana mendorong supaya segera ada hotel. Sebenarnya, kalo ada hotel kita mau menginap, cuma karena tidak ada hotel terpaksa kita pulang sore,” pungkasnya.

Menurut Aksa, Gubernur akan berbicara dan menindaklanjuti rencana tersebut bersama Bupati Selayar untuk menghadirkan hotel milik pemerintah tersebut.
(*)

Exit mobile version