TROTOAR.ID, JAKARTA — Politisi Partai Golkar Bowo Sidik yang kini mendekam di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi, ikut menyeret nama Nusron Wahid terkait ditemukannya Amplop yang berisi uang sebanya 400 ribu lembar.
Amplop yang ditemukan KPK diduga akan dibagi-bagikan jelang hari pencoblosan pada 17 April, yang mana Bowo menyebut jika dirinya diminta menyiapkan Amplop sebanyak-banyaknya itu oleh Politisi Golkar
“400 ribu amplop tersebut diminta disiapkan Nusron Wahid, yang katanya perintah partai,” Ungkap Bowo Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KKP Jakarta, kemarin. Dikutip media Indonesia.
Bahkan kuasa hukum Bowo Sidik Saut Edward Rajagukguk, ikut membenarkan pernyataan klialennya, dan hal tersebut diungkapkan ketika Bowo menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.
Namun Saut menegaskan jika uang Rp20 ribu dan Rp50 ribu digunakan untuk memuluskan langkah Bowo kembali terpilih pada pemilu, sebagai calon anggota DPR dari Dapil II Jateng yang meliputi Kudus, Jepara, dan Demak bersama Nusron Wahid
“Bahkan 600 ribu amplop yang menyiapkan Nusron Wahid. Dia (Bowo) 400 ribu amplop. Pak Wahid 600 ribu. Pak Bowo 400 ribu amplop. Tidak ada (hubungan dengan pilpres). Cap jempol dibuat untuk mengetahui amplop ini sampai atau tidak. Sebagai tanda saja,” ujar Saut.
Nun apa yang menjadi keterangan Bowo dan kuasa hukumnya di bantah oleh Nusron Wahid, jika dirinya telah memerintahkan rekan se dapil nya tersebut untuk mempersiapkan 400 ribu amplop untuk dibagi-bagikan kepada warga jelang pemilu.
“Pernyataan Bowo mengada-ada dan sama sekali tidak berdasar.sayabtidak pernah memerintahkan apa yang diungkapkan Bowo, dan tidak benar jika saya telah memberi perintah,” ungkap Nusron, kemarin.
Di DPP Partai Golkar, Nusron ialah Ke-tua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kali-mantan. Saat ini, Nusron juga menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I setelah Bowo dipecat dari kepengurusan partai berlambang pohon beringin itu karena tersangkut korupsi.
Diketahui jika Bowo Sidik merupakan salah satu tersangka kasus dugaan penyuapan dalam pelaksanaan kerja sama pengangkutan antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, memberikan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung hangat…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar hadir dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus memperkuat pemutakhiran data pemilih berkelanjutan…
This website uses cookies.