TROTOAR.ID, BANTAENG — DPD Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng menggelar seminar dan diskusi publik seputar generasi milenial tengah-tengah pergaulan bebas. Seminar itu dilaksanakan di Gedung Balai Kartini, Rabu, 10 April 2019.
Diketahui diskusi publik ini mengusung tema “Menata Generasi Milenial Menuju Bantaeng Cerdas Melalui Masa Remaja yang Bebas dari Pengaruh Pergaulan Bebas”. Sekretaris DPD Lira Kabupaten Bantaeng, Andi Diarman mengatakan, pihaknya tergerak mengadakan dialog ini guna memberikan pemahaman terkait penyalahgunaan zat adiktif yang bisa merusak generasi penerus.
“Cikal bakal kegiatan ini sebenarnya menitik beratkan pada pengaruh pergaulan bebas. Secara spesifik kita membahas tentang kenakalan remaja yang kerap mengkonsumsi atau menghisap lem kalengan,” katanya.
Dengan adanya sosialisasi ini, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk bersama-sama menangkal pengaruh pergaulan bebas, terkhusus bagi para remaja yang sudah terlanjur kecanduan.
“Jadi dalam diskusi ini kita hadirkan dari Dinas Kesehatan dan Ketua TP PKK Bantaeng guna mensosialisasikan bahaya dan dampak pergaulan bebas, terutama narkoba dan juga lem,” ungkapnya.
Persoalannya saat ini, kata Diarman, adalah sejumlah penjual yang sedikit “nakal” karena menjual lem kalengan yang siap untuk dikonsumsi.
“Titik beratnya sebenarnya, ada penjual yang fasilitasi mulai dari kantongan hingga pipet. Sudah sepaket dijual,” tuturnya.
Hal ini menjadi masalah apabila dibiarkan berlarut-larut. Apalagi berawal coba-coba hingga akhirnya menjadi candu. Sehingga, kata Diarman, sudah menjadi kewajiban DPD Pemuda LIRA untuk menggaungkan generasi muda lepas dari pergaulan bebas.
“Kita berharap kedepannya ada Rumah Singgah atau semacam tempat rehabilitasi bagi pecandu zat adiktif ini, kita minta fasilitas itu, yang nantinya akan direkomendasikan ke Puskesmas. Jadi ada MoU dari Pemuda LIRA dengan Pemda Bantaeng dalam hal ini Dinas Kesehatan demi membantu para pecandu lem untuk berhenti isap lem,” paparnya.
Selain itu, dia juga berharap kiranya Pemda Bantaeng menerapkan regulasi guna menepis peredaran dan penyalahgunaan lem kalengan.
“Dinkes Bantaeng juga bergerak, ke tiap-tiap sekolah untuk bersosialisasi dampak lem itu sendiri. Kami juga berharap untuk menanggulangi peredaran lem yang tidak sesuai dengan peruntukannya ini ada berupa Perbup, karena kita tidak bisa menghalau penyalahgunaan lem ini kalau tidak ada regulasinya, pada dasarnya lem ini bukan barang terlarang, beda dengan narkoba jelas regulasinya,” tandasnya.
“Yang jelas dengan adanya regulasi ini nantinya, peredaran lem itu bisa dilarang kepada penjual untuk tidak bebas memperjualbelikan terutama bagi remaja. Kalau pun Perbup ini dibuat, nantinya kita kawal lagi dengan cara melakukan sosialisasi dengan melibatkan penjual kelontong,” kunci Diarman.
Pada kegiatan itu nampak menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu Ketua PKK Bantaeng, Hj Sri Dewiyanti Ilham serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Ichsan dan Kabid Pencegahan dan Pemulihan Penyakit Dinkes Bantaeng, dr Armansyah.
Pada agenda ini juga menghadirkan peserta diskusi dari 12 sekolah SMA se-Kabupaten Bantaeng, perwakilan Kecamatan, Lurah dan Desa.
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…
This website uses cookies.