Polres Gowa Tetapkan Dua DPO Kasus Kota Idaman

0
27

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Polres Gowa kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pembangunan kita Idaman di Kacamatan Pattallassang kabupaten Gowa

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakapolres Gowa Kompol Muh. Fajri Mustafa yang menyebutkan darinpenyelidikan penyidikan kembali menetapkan dia tersangka baru dalam kasus tersebut

“Penyidik saat ini kembali menetapkan dua tersangkut abadi dalam kasus yang sama kita aIdaman Howa, ungkap Muh. Fajri Mustadidampingi Kasubbag Humas Akp M Tambunan dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Rivai saat menggelar press conference, Jumat (17/05)

Namun meski menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka, namun pihak kepolisianbtifak menghadirkan dua tersangka baru, lantaran kedua tersangka baru tersebut kini telahbmasuk dalam daftar DPO

Baca Juga  Mendagri Tunjuk Iqbal Suhaeb Sebagai Penjabat Wali Kota Makassar

Kedua tersangka baru yang masing-masing berinisial JP (54th) dan SS (54th) ini diketahui adalah pihak terkait dari PT. Sinar Indonesia Property (PT. SIP), yang merupakan pihak developer dalam perkara pembanguna Kota Idaman Pattallassang tersebut.

“Dua tersangka baru itu berasal dari pihak swasta, dan keduanya kiniasuk dalam Daftar DPO, ” Jelasnya

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kata dia, sejak 3 Mei lalu berdasarkan dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan oleh penyidik, dimana sebelumnya mereka juga telah diperiksa sebagai saksi lebih dulu, yaitu pada Bulan Maret.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Terbitkan SK untuk 193 Pejabat Eselon III dan IV

Lebih jauh dijeladkannya, terkait status DPO keduanya dikarenakan selama proseanpemanggilan penyidik keduanya mangkir dari panggilan sejak 3 Mei hingga 7 mei

“Terhitung hari ini, kedua tersangka yakni lel.JP dan lel.SS kini ditetapkan sebagai DPO,” jelas Kompol Muh Fajri.

Diketahui jika kedua tersangka diduga memiliki peran yang berbeda, diantaranya JP melakukan penandatanganan surat pernyataan hak atas tanah dari penggarap ke PT. SIP serta penandatanganan surat pernyataan pelepasan hak atas tanah dari PT. SIP ke pembeli.

Baca Juga  Gugatan Sengketa Hasil Caleg Provinsi dari Golkar Dikabulkan Bawaslu

Sedangkan SS berperan mewakili PT. SIP melakukan ganti rugi lahan, serta melakukan transaksi atas tanah yang merupakan aset PTPN XIV.

Adapun kedua tersangka baru ini akan dikenakan pasal 263 ayat 1 KUHP dan pasal 263 ayat 2 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP(HA)