TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sejumlah panitia hak angket di buat kaget dan tertawa setelah salah satu staf khusus Gubernur Sulsel berlatar belakang sebagai bekas staf sebuah hotel bintang tiga di kota Makassar
Dia adalah Nikita Andi Lolo yang menjabat staf khusus Gubernur Sulsel, saat memperkenalkan dirinya kepada panitia hak angket dalam sidang yang digelar malam tadi
“Saya sebelumnya bekerja sebagai staf sebuah hotel di makassar, yang sekarang sebagai tim khusus Nurdin Abdullah,” Kata Nikita Randi Lolo saat memperkenalkan dirnya kepada panitia hak angket
Atas pernyataan Nikita yang sempat menjabat staf sebuah hotel dan diangkat menjadi staf khusus Gubernur, membuat sejumlah panitia hak angket dan undangan tertawa sembari tersenyum saat mengetahui status Nikita Andi lolo masih Jomblo.
Selain mempertanyakan status Nikita, panitia hak angket juga mempertanyakan perbandingan pendapatan Nikita saat menjadi staf hotel dibandingkan denganjl jabatan saat ini sebagai staf khusus Gubernur Sulsel yang setiap bulannya menerima honor sebesar Rp8.8 juta per bulan
Sekretaris panitia hak angket Arum Spink, mempertanyakan tugas-tugas pokok Nikita setelah diangkat sebagai staf khusus Gubernur Sulsel.
“Coba jelaskan apa-apa saja tugas pokok Nikita sebagai staf khusus Gubernur Sulsel, selama ini,”tanya Arum Spink
Atas pertanyaan tersebut Nikita mengungkapkan jika dirinya di tunjuk Nurdin Abdullah sebagai penanggung jawab Baruga Lounge dan bertanggung mengatur jadwal kunjungan tamu Gubernur hingga mengejar Gubernur hingga ke bandara jika ada hal yang ingin ditandatangani, termasuk mengelola akun media sosila Gubernur Sulsel.
“Saya penanggung jawab Baruga Lounge, dan mengatur jadwal tamu yang ingin bertemu dengan Gubernur Sulsel, serta mengelola akun media sosial Gubernur Sulsel,” Kata Nikita
Dari pernyataan Nikita diaidang hak angket, langsung direspon keras oleh anggota panitia hak angket Fachruddin Rangga yang menilai jika jabatan Nikita telah mengambil alih tugas pokok dari Biro Humas dan Protokol.
Sehingga dia mengusulkan biro humas dan protokol dibubarkan saja, karena tugasnya sudah diambil alih semua oleh staf khusus Gubernur yang satu ini.
“Saya usul mending tugas humas dan protokol di bubarkan saja, karena tugas dan fungsinya diambil alih semua oleh staf khusus Gubernur, kalau tetap dipertahankan maka habis-habis anggaran saja,” Tegas Fachruddin Rangga
Sebelumnya diketahui untuk jabatan staf khusus Gubernur berdassrkan pengalaman harus di isi oleh orang-orang yang berpengalaman di bidang masing-masing sesuai dengan tempat yang dijabat oleh seorang staf khusus. (***)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa bonus kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Quran…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi olahraga dengan menjadi tuan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa transformasi menuju petani modern…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, resmi membuka kegiatan Pendidikan Islam Anak…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka Turnamen Gel Blaster…
This website uses cookies.