Metro

F8 Gagal Digelar, Danny Pomanto Layangkan Protes

MAKASSAR,TROTOAR.ID – Polemik soal jadi tidaknya diselenggarakan Makassar International Eight Festival and Forum (MIEFF) atau biasa dikenal dengan F8 membuat Danny Pomanto angkat bicara.

Mantan Walikota Makassar, Danny Pomanto bersama sejumlah Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) se Sulsel, serta Legislator Makassar yakni Wahab Tahir menggelar Komfrensi Pers terkait permasalahan tersebut.

Danny Pomanto yang merupakan orang yang menggagas program tersebut merasa kecewa dengan pembatalan yang sebelumnya diumumkan Pemerintah Kota Makassar lewat Dinas Pariwisata.

Menurutnya, Jika pemerintah Makassar tak mampu mengatasi hal ini, maka pihaknya siap membantu agar F8 dapat diselenggarakan lagi.

“Kami siap membantu pemerintah jika tak mampu melaksanakan Makassar F8,” jelas Danny di dikediamannya, Kamis (18/7/2019).

Sementara Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahaan DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir juga ikut menyayangkan kebijakan itu. Menurutnya, acara Makassar F8 masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional.

“Sudah masuk kalender Nasional dan butuh kegiatan seperti itu untuk mendorong banyak sektor, kunjungan tamu pariwisata, expo, putaran ekonomi rakyat, dan bergairahnya sektor perhotelan di Makassar,” tegas Legislator Golkar itu.

Hal lain diutarakan Ketua Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan DPRD Kota Makassar HM Yunus HJ malah mendukung pembatalan Makassar F8 untuk tahun ini.

“Even seperti ini harusnya diadakan tiap dua tahun sekali sebab hal ini khan juga berhubungan internasional maupun nasional, apalagi selama even ini digelar realisasi tak terdampak pada masyarakat,” ungkap Yunus di tempat terpisah.

Menurutnya, selama sejak perhelatan Makassar F8, hanya menghasilkan MoU saja, serta belum terlihat tindak lanjutnya.

“Nah inikan harusnya menjadi pertanyaan,” ucap Legislator Hanura itu.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta juga sepakat meniadakan pelaksanaan Makassar F8, dengan alasan bahwa program prioritas tak mesti bersifat seremonial semata.

“Kami sejalan dengan keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang tidak memprioritaskan acara seremonial ini digelar 2019,” kata Aru, sapaan akrabnya.

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…

16 jam ago

Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…

20 jam ago

Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029

MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…

20 jam ago

Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…

21 jam ago

Sidrap Kian Dekat Jadi Ibu Kota Angin Nasional, Investor Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW

SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…

21 jam ago

Terima Audiensi Kawan UMKM, Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung MULIA EXPO 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…

22 jam ago

This website uses cookies.