Polda Sulsel Musnahkan 1.9 Kg Sabu-Sabu

    0
    56

    TROTOAR.ID, MAKASSAR — Direktorat Narkoba Polda Sulsel. memusnahkan 1.9 kg narkoba jenis sabu-sabu yang merupakan barang bukti hasil penangkapan sejumlah pengedar dan bandar narkoba di Sulawesi  Selatan 

    Pemusnahan dilakukan dengan cara memblender barang haram tersebut, yang kemudian dibuang ke dalam closed. 

    Barang haram yang dimusnahkan Direktorat polda Sulsel tersebut dari hasil pengungkapan yang dilakukan jajaran Satuan Narkoba bersama Resmob Polda Sulsel 

    “Barang bukti yang dihancurkan adalah hasil pengungkapan Ditnarkoba Polda Sulsel yang dibackup oleh Resmob Polda Sulsel,” kata Kabag Wasidik Pengawasan Dan Penyidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Ucuk Supriyadi di Mapolda Sulsel.

    Baca Juga  Kantor Dinas Pendidikan Bone di Obok-Obok Polisi

    Dari pengungkapan dan pemusnahan  barang bukti, Polda Sulsel juga enam orang yang kini telah berstatus tersangka dan akan segera menjalani proses persidangan. 

    Ucuk mengaku barang bukti yang dimusnahkan sebagian disimpan di kab sebagai barang bukti yang akan dihadirkan dalam persidangan ke-enam tersangka tersebut 

    “Yang dimusnahkan totalnya 1,9 Kg. Sebagian untuk barang bukti di pengadilan,” jelasnya.

    Adapun enam orang tersangka yang diamankan masing-masing, yang berasal dari Makassar yaitu inisial FD, IS, dan FH. Sementara ND dan TI adalah warga Kabupaten Gowa yang juga merupakan ibu dan anak.

    Baca Juga  Kejati Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi DAK

    Sementara yang berasal dari Sidrap yaitu BS. Dari tangan anak dan ibu ini, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 893,2021 gram, untuk FD sebanyak 88,9984 gram, IS sebanyak 49,2866 gram, BS sebanyak 123,7665 gram, dan FH sebanyak 390,7665 gram.

    “Semuanya berperang sebagai pengedar  dan bandar “dimana barang haram tersebut berasal dari Kabupaten sidrap yang masuk melalui jalur darat ke  Makassar, salah satunya pelaku ibu dan anak itu jemput sabu di parkiran Ramayana AP Pettarani,” kata Ucuk Supriady.

    Baca Juga  Polda Sulsel Didesak Ungkap Dugaan Korupsi Bibit Bawang Dan Cabai di Enrekang

    Atas perbuatannya, ke enam orang tersangka ini dihadapkan dengan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Dan juga mereka dijerat dengan pasal 132 ayat 1 percobaan dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika.(***)