Polda Sulsel Didesak Ungkap Dugaan Korupsi Bibit Bawang Dan Cabai di Enrekang

    0
    548

    Trotoar.id,Makassar – Korupsi merupakan tindak kejahatan luar biasa yang menjadi momok penghambat laju pembangunan, baik infrastruktur maupun bangunan sumber daya manusia.

    Kejahatan Korupsi telah mewabah disetiap pejabat publik mulai dari pusat hingga ketingkat pelosok, tak terkecuali di Kabupaten Enrekang yang tengah ramai oleh maraknya praktek korupsi.

    Muh Taufiq mengungkapkan hasil temuan Investigasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kegiatan/Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah, Bibit Cabe dan Cultivator yang menghabiskan Anggaran diatas 20 Miliar rupiah T.A 2017.

    Dimana, anggaran tersebut bersumber dari APBD melalui Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang, dan menemukan beberapa kejanggalan yang mengarah pada praktek Korupsi dan berpontensi merugikan keuangan negara hingga milliaran rupiah.

    Baca Juga  Kembali KPK Lakukan OTT Terhadap Pejabat Negara di Jakarta

    bahwa proyek tersebut diduga tidak dibahas bersama DPRD, akan tetapi pihak Pemkab Enrekang justru menerbitkan SK PARSIAL sebagai dasar untuk melaksanakan Proyek tersebut dan Anggarannya pun terindikasi sengaja dipecah menjadi beberapa paket proyek.

    Yang kedua, Bahwa diduga telah terjadi Monopoli atau pengaturan perusahaan pemenang yang dilakukan oleh oknum pejabat yang bekerja sama dengan pihak rekanan pada saat proses Tender/lelang.

    Dan yang ketiga, bahwa dalam pelaksanaannya diduga ada pemalsuan label dan pencampuran bibit variates unggul dari Bima dengan bibit lokal kualitas tidak layak yang disortir tanpa melalui standar mekanisme dan prosedur penangkaran bibit.

    Baca Juga  Hakim Vonis Hukuman Kebiri Kimia, Jaksa Pusing Cari Eksekutor, IDI Menolak

    Sehingga, pada saat penanaman bibit hampir 90% petani merugi mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat dari bibit bawang yang tidak berkualitas sesuai standar.

    Pasalnya, petani tidak semua diberikan alat Cultivator untuk menunjang pengelolaan lahan tanam. akibat dari alat kultivator tersebut dimonopoli dan justru diduga diberikan kepada kerabat terdekat pejabat, sementara sesuai aturan harusnya petani/kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit harusnya juga mendapatkan alat Cultivator sebagai penunjang.

    Baca Juga  KPK Panggil Tiga Anggota DPR RI Terkait eKTP

    “Sesuai dengan laporan kami masukkan di polda sulsel pada tanggal 31 juni 2019 sampai sekarang belum ada tindakan yang di lakukan oleh polda sulsel,”ungkap Jenderal Lapangan Gerakan Pemuda Intelektual.

    Olehnya mahasiswa yang tergabung dalam ‘Gerakan Pemuda Intelektual (GPI)” Menyatakan Sikap Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Merah, Bibit Cabe Dan Cultivator Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang T.A 2017 Yang Berpotensi Merugikan Keuangan Negara Hingga Miliaran Rupiah.

    “Kami meminta pihak penyidik Polda Sulsel Tidak pandang bulu untuk menetapkan tersangka siapapun yang terbukti bersalah dalam kasus Ini, “tegas Taufiq dalam rilisnya.