Home / Daerah

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 19:26 WIB

Gubernur NA Harap Melalui PKB dan PLKB Lahirkan Generasi Begizi dan Kuat

TROTOAR. ID, BANTAENG, – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H. M Nurdin Abdullah (NA) berharap dengan adanya kegiatan Jombere Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) ini bisa melahirkan generasi-generasi bergizi dan kuat.

Hal tersebut disampaikan langsung dihadapkan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng beserta seluruh hadirin, di Lapangan Seruni Kabupaten Bantaeng, Sabtu, (12/10/2019).

Prof. NA mengaku, tugas dari para penyuluh selain menekan angka penduduk dengan program KB, juga diharap bisa menekan angka stunting.

“Kita harap anak-anak yang lahir bisa memiliki gizi yang bagus, agar punya generasi yang kuat, tentu ini menjadi tugas kita bersama,” kata Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Baca Juga  Resmi! IKA Alumni SMPN 4 Parepare Dikukuhkan Gubernur Sulsel

Prof NA menjelaskan, para PKB dan PLKB yang hadir di Jambore ini sangat tangguh dalam melaksanakan tugas.

“Mereka ini adalah yang membantu untuk menekan lonjakan penduduk di suatu wilayah,” lanjutnya.

Pada acara tersebut ribuah penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB dari 24 kabupaten kota hadir di Jambore yang pertama kali digelar di Indonesia tersebut.

Kepala BKKBN Pusat Harto Wardoyo mengatakan, kegiatan inj merupakan jambore yang pertama kali digelar di Indonesia.

“Kalau di BKKBN tiga prgram utama yakni program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” katanya.

Untuk yang pertama yakni perogram kependudukan jelasnya, Tentu swmua elemen punya pekerjaan rumah besar termasuk tentu pemerintah daerah.

Baca Juga  Gerindra Siap Hadang PDIP Untuk Rebut Kursi Wabup Soppeng

“Pemerintah paati punya kebijakan berbeda-beda karena demografi wilayah juga berbeda. Jadi, ini harus dikaji agar bisa sinergi dengan pemerintah,” ungkap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Untuk program keluarga berencana, memang terus didengungkan karena banyak warga yang melahirkan tapi belum melakukan KB.

“Ini karena belum memiliki pelayanan KB yang maksimal, sehingga kita harus hadir di tengah masyarakat,” jelas alumni Unhas Makassar ini.

Sementara terakhir untuk program pembangunan keluarga, masih belum ada di daerah mana pun. Sehingga pihaknya akan menerapkan program ini dengan baik. “Kami akan membuat kajian indepht untuk menjalankan program ini,” pungkasnya. (#)

Share :

Baca Juga

Daerah

PKK Kabupaten Gowa Peduli Kesehatan THT

Daerah

Malam Ramah Tamah HJB ke-765, Bupati Bantaeng Launching Logo dan Vipro Kab. Bantaeng

Daerah

Fashar: Usaha Telur Asing Asap Harus Dilestarikan

Daerah

Gowa Terima DIPA Tahun Anggaran 2018 Sebesar 1,9 T

Daerah

Pasien Rujukan RSUD Pinrang Tewas Kecelakaan

Daerah

Usai Makan Nasi Dos di Lapangan Golf Padevally, Puluhan Warga Pattalassang di Larikan Kerumah Sakit

Daerah

Nurdin Abdullah Minta Saran Jepang Terkait Pengembangan Wisata Air Panas Lejja

Daerah

MB Belum Tentukan Pasangan, PD Keluarkan Surat Tugas