Site icon Trotoar.id

Sarifuddin Suddin Desak Kejaksaan Tangkap Putri Anton Obey

Trotoar.id

Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. (trotoar)

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pihak kejaksaan untuk segera menangkap Imelda Anton Obey yang selama ini diduga terlibat sebagai mafia kasus di kejaksaan Negeri Sulawesi Selatan 

Hal tersebut diutarakan anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudin yang menganggap jika pengusaha Alat Kesehatan tersebut seung terlibat dalam permufakatan jahat dan intimidasi ke sejumlah kepala daerah.

“Kami sudah perintahkan, agar Kejati segera memproses hukum dan tangkap yang bersangkutan (Imelda_red),” tegas anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding 

Terungkapnya sifat terjang Imelda saat Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) dan TP4 Daerah (TP4D) yang dibentuk masa Jaksa Agung HM Prasetyo dimanfaatkan oleh oknum Jaksa dalam mencari keuntungan pribadi dengan melakukan dugaan pemerasan terhadap calon kepala daerah. 

Bahkan Imelda diduga kuat berperan sebagai peluncur dalam beberapa kasus yang ditangani pihak kejaksaan Sulsel Kala itu. 

Hingga Imelda berperan sebagai mediator untuk memuluskan aksinya dalam menjalankan tindak permufakatan jahat lainnya, bahkan Imelda diduga memanfaatkan Jaksa Agung kalau itu  HM Prasetyo 

“Kami juga sudah memerintahkan agar TP4D dibubarkan!,” tegas Sarifuddin dikutip SINDOnews, senin 25 November 2019.

Bahkan dikatakan jika anak dari Anton Obey tersebut telah berulang kali melakukan kemufakatan yang ssa untuk memuluskan dan memenangkan tender proyek Alat kesehatan alkes di beberapa rumah sakit 

Seperti di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Haji yang mana pada pengadaan alkes di tempat tersebut yang seharusnya dilakukan dengan e-catalog diubah menjadi lelang yang jelas menyalahi aturan 

Namun karena kelihaian Imelda yang bermain dengan oknum Jaksa kala itu maka proses tender alkes di RSUD Haji yang bernilai Rp 23.659.000.000.

Imelda Obey dan Direktur RSUD Haji Makassar diduga waktu itu telah melakukan konspirasi permufakatan untuk memuluskan proyek yang seharusnya e-catalog menjadi lelang.

Dimana peran anak Anton Obey itu diungkapkan KPA, yang juga menjabat Wakil Direktur RSUD Haji Makassar, Ahdy Syafar. Imelda Obey diketahui adalah bagian dari PT. Naura Permata Nusantara. Salah satu perusahan pemenang tender Alkes di berbagai daerah di Sulsel.

Exit mobile version