TROTOAR.ID, MAKASSAR — Niat pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan eksekusi terhadap aset pemerintah terhadap stadion Mattoangin mendapat tantangan dari kelompok masyarakat
Hingga eksekusi yang dilakukan pemerintah provinsi berujung pada bentrok dengan saling serang Baru dan lontaran anak panah yang dilakukan oleh kelompok yang menolak dilakukan eksekusi.
Bahkan tiga anggota Satpol PP menjadi korban terkena lemparan dan anak panah yang dari kelompok yang menyerang pihak pemerintah
Hingga aparat Satpol PP yang dibantu dengan pihak kepolisian juga dilempari bom molotov oleh kelompok pemuda yang menolak dilakukan eksekusi terhadap stadion Mattoangin.
Kepala Satpol PP Sulsel Sulsel, Mujiono mengatakan, membenarkan tiga anggotanya terluka saat proses penertiban aset. Mereka terkena lemparan batu, busur dan petasan.
“Ini dilakukan agar stadion bisa ditata ulang dan bisa dilakukan gunakan secara aman dan nyaman baik digunakan masyarakat berolahraga maupun bermain sepakbola,” kata Mujiono.
Bahkan Anggota Komisi Eropa dari Fraksi Partai Golkar Sofyan Syam menyesalkan terjadinya bentrok antara Pemprov Sulsel dan massa yang mengklaim menguasai stadion Mattoangin
“Ini kan tidak harus terjadi seperti ini kalau kita semua mampu menahan diri, dan duduk bersama menyelesaikan konflik sengketa kepemilikan stadion Mattoangin,” Kata Sofyan Syam
Sehingga di berharap kedua belah pihak Baik YOSS dan Pemprov Sulsel bisa menganalisis diri sebab dengan bentrok maka persoalan tidak akan selesai.
Bahkan dikatakan Besok kamis 16 Januari DPRD AKAn memanggil kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah persoalan yang terjadi di stadion Mattoangin

