google-site-verification: google2bac01165fc720cc.html
class="post-template-default single single-post postid-37516 single-format-standard wp-custom-logo">

Home / Metro

Rabu, 15 Januari 2020 - 15:13 WIB

Hadiri Rakor di BBWSPJ, Ini yang Dibahas Wagub Sulsel

TROTOAR. ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Potensi Air di Kabupaten Bone yang berlangsung di Ruang Rapat Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Makassar, Selasa, 14 Januari 2020.

Dalam rapat ini, Andi Sudirman menyampaikan progres konstruksi bendungan Pammukulu mencapai 3,2 persen berkat sinergitas antara Pemprov Sulsel, BBWSPJ, Pemkab, Kejari dan Kodim.

“Alhamdulillah, sudah progress 3,2% konstruksi berkat sinergitas antara Pemprov, BBWSPJ, Pemkab, beserta Kodim, Kejari, serta seluruh lapisan masyarakat,” ucap Andi Sudirman di Aula Kantor BBWSPJ.

Andi Sudirman menyebutkan, proses pembangunan bendungan Pammukulu sempat terlambat selama 600 hari, bahkan terancam dana pembangunan terancam ditarik untuk dialihkan.

Baca Juga  Nurdin Abdullah Kembali Terpilih Sebagai Ketua Persada Sulsel Diperiode Keempat

“Alhamdulillah juga kini sudah bisa lanjut dengan progres fisik 3,2% dan tim Pemprov Sulsel, Pemkab, DPRD, dan Balai akan audience ke Kementerian pada Rabu, (15/1) besok, terkait lahan hutan yang masih butuh untuk ditindaklanjuti. Tim lapangan sudah nyaman dalam koordinasinya untuk komitmen bersama, menyelesaikan bendungan tersebut,” terangnya.

Ia melanjutkan, rencana pembngunan bendungan ini juga memerlukan dukungan dan usulan-usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone.

“Untuk ekstensi kapasitas esisting bendungan, kemudian study kelayakan rencana bendungan Walimpong, Baruttung, Paropo, dan lainnya,” jelasnya.

Andi Sudirman melanjutkan, penanganan abrasi Takalar akan segera ditindaklnjuti dengan bantuan bronjong (leght bronjong) berukuran 100 meter yang anggarannya dialokasikan untuk mengatasi abrasi secara permanen di Takalar.

Baca Juga  Mensos Lepas Tim Medis Unhas Ke Asmat.

Rapat ini juga membahas mengenai pembenahan kanal sepanjang 29 kilometer dan enceng gondok di Makassar.

“Terakhir, adanya pusat system komunikasi langsung Balai dengan petugas penjaga, fasilitas SDA, melalui radio/HT, seperti bendungan Bili-bili, Kampili, kolam regulasi dan lain-lain,”sebut Andi Sudirman.

Diketahui, bendungan ini design kapasitas air baku 82 juta M3, irigasi 6150 Ha, mereduksi potensi banjir 400 dari 1800 m3/s, bisa jadi objek wisata, air minum, cover 160 ribu warga, serta pembangkit 2,5MW. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Mimpi Lawan Kota Kosong Tidak Terwujud, Appi-Cicu “Duet” Bersama DIAmi

Hukum

Polisi Tetapkan Pacar Siswi SMP yang Ngaku di Culik Sebagai Tersangka

Metro

Wagub Bawakan Khutbah dan Tarawih Berjamaah di Sidrap

Hukum

Tak Kunjung di Bayarkan, Ahli Waris Lahan Tol Pertanyakan Sikap PUPR

Metro

Penuhi Undangan PBB Wali Kota Makassar Terbang ke Azerbaijan

Metro

Aktifitas Futsal di Kawasan PT Makateks Makassar Diresahkan Masyarakat

Metro

Manajemen Rumah Bernyanyi Suka-Suka: Tidak Ada Ijazah Karyawan Yang Kami Tahan

Metro

Wagub Sulsel: Pendidikan Akhlak Perlu untuk Bentuk Karakter