TROTOAR. ID, MAKASSAR – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) telah melakukan pemblokiran, terhadap Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasioal Pemuda Indonesia (KNPI) Noer Fajrieansyah.
Hal itu tertuang, dalan surat yang diterbitkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham. Surat tersebut diteken langsung Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, Cahyo R Muhzar pada 29 Januari 2020.
Surat yang beredar Kamis 30 Januari tersebut, ditujukan kepada Ketua KNPI terpilih hasil Kongres XV KNPI pada 18-22 Desember 2018, Haris Pertama, dan Sekretaris Jackson AW Kumaat.
Berikut isi suratnya.
Merujuk pada surat Saudara Nomor: 0210/DPP KNPIXIv2019 tanggal 9 Desember 2019 perihal Pemblokiran Surat Keputusan MENKUMHAM RI Nomor AHU-O000037.AH.01.08 TAHUN 2019 Tanggal 17 Januari 2019 Tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan menindaklanjuti hasil audiensi bersama Bapak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 22 Januari 2020, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menegaskan, pihaknya sudah melakukan pemblokiran terhadap SK DPP KNPI Noer Fajrieansya. Ini sekaligus meluruskan informasi, bahwa pihaknya membekukan kepengurusan DPP KNPI Noer Fajrieansyah.
“Tidak (membekukan) tapi memblokir, sekarang ada sengketa di Pengadilan,” kata Yasonna saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/1).
Hal itu dilakukan, karena Yasonna menginginkan KNPI sebagai wadah organisasi-organisasi pemuda hanya satu tanpa ada dualisme.
“Kita ingin KNPI kita satukan, semua kita pelajari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KNPI, Haris Pertama menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus telah melakukan pertemuan dengan Menteri Yasonna di kantornya.
Dalam pertemuan itu, sambung Haris, pihaknya memberikan fakta-fakta dan bukti hasil kongres yang diserahkan oleh DPP KNPI periode 2015-2018 kepadanya.
“Semua, bukti hasil. Jalanya sidang kita serahkan,” ujar Haris.
Menanggapi hal itu, Ketua KNPI Sulsel, Andi Muhammad Arham Basmin
“Bagaimana pun kebenaran itu selalu akan terungkap. Yang benar tentu menjadi benar. Sebaliknya, yang salah pasti salah,” kata Arham.
Selain itu, putra Bupati Luwu juga mengapresiasi langkah dan kerja-kerja bung Ketum DPP KNPI Haris Pertama bersama teman-teman di pusat atas perjuangannya selama ini mengungkap kebenaran yang hakiki atas dinamika di KNPI.
“Intinya kita di DPD menyatukan visi dan misi mengawal lembaga kepemudaan ini jauh lebih baik kedepannya,” urainya.
Sekedar diketahui pemblokiran SK Fajrieansyah sebagai Ketum DPP KNPI resmi diterbitkan jelang empat hari sebelum hari H pelantikan Nurkanita Maruddani Kahfy sebagai Ketua KNPI Sulsel versi Fajrieansyah, bersama pengurusnya termasuk putra Gubernur Sulsel Fathul Fauzi Nurdin. (*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.