TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jumlah kasus terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan. Hingga beberapa Daerah harus memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Hingga dengan pemberlakukan. PSBB semua kegiatan yang menghadirkan banyak orang sebaiknya tidak dilakukan, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona
Termasuk dengan penutupan sementara rumah ibadah yang seharusnya semua pihak daoatahami kondisi yang terjadi sehingga Pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama melawan wabah virus Corona,
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menyampaikan bahwa masyarakat seharusnya memahami dengan penutupan tempat ibadah yang dimaksud.
“Kami berharap. Masyarakat tidak menyalah artikan tujuan Pemerintah, dengan menghimbau masyarakat tidak melaksanakan kegiatan di Rumah Ibadah, ” Jelasnya
Terkait pelarangan kegiatan di rumah ibadah lanjutnya, sebagai langkah Pemerintah untuk menyelamatkan umat dan jamaah dari penyebaran Covid 19 untuk menghindari berkumpulnya orang dengan menutup sementara tempat ibadah.
lebih lanjut Kabid Hurnas kemudian menjelaskan penyebaran Covid 19 di masjid menjadi sangat mudah karena bisa saja hal tersebut terjadi pada alas tempat sholat dimana terpercik drop plet dan bekas tersebut disentuh lagi dan kena ke wajah oleh orang yg sehat.
“Jadi saya harap masyarakat memahami bahwa bukan ibadah yang dilarang namun sholat berjamaah tersebut karena berkumpul dan menyentuh permukaan pada lantai atau sajadah yg sudah disentuh oleh orang lain akan memudahkan terjangkitnya covid 19, hal inilah yg dijaga,” harap Kabid Humas
Kabid Humas juga menambahkan penjelasannya bahwa Sebagian orang di masjid mungkin terlihat tetap sehat-sehat saja, namun saat terkena virus bawaan Anda. Boleh jadi kebetulan karena stamina tubuh mereka lagi baik. Virusnya tidak mempengaruhi kondisinya karena daya tahan tubuhnya baik, namun tetap sebagai pembawa virus covid
“Tapi, bagaimana dengan jamaah yang kebetulan daya tahan tubuhnya sedang rendah? Mungkin karena dia lagi kecapean, mungkin dia sedang lelah, mungkin stress, kurang istirahat, kurang tidur, kurang minum dan lainnya, Maka fisiknya tidak bisa bertahan saat ketemu dengan virus bawaan dari orang lain yang terjadi tanpa sadar. Demikan juga kepada orang yang sudah kena dan juga tidak sadar kalau sudah jadi pembawa virus jahat buat orang lain,” jelas Kombes Pol Ibrahim Tompo
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Nilai-nilai moral dan kearifan lokal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali digaungkan melalui…
MAKASSAR, ROTOAR.ID — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race IMI 2026 resmi berakhir dengan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Tudang Sipulung…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akhirnya berhasil menata kawasan Jalan Veteran Utara yang selama…
This website uses cookies.