TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Edt Manaf menyayangkan adanya keluhan masyarakat terkait membengkaknya tagihan listrik hingga 80 persen.
Hingga pihak DPRD berencana akan membawa masalah tersebut dalam rapat Internal sebelum memanggil pihak PLN untuk mendengarkan penjelasan pihak PLN
“Iya sudah banyak yang mengeluhkan ke say aspal itu dan ini akan kami sampaikan dalam dirawat internal Komisi D, sebelum kami memanggil PLN dalam RDP nantinya, ” Kata Edy Manaf
Edy menyayangkan hal tersebut sebab dia melihat ditengah pandemi virus corona PLN menambah beban masyarakat dibebankan dengan membengkaknya pembayaran listrik.
Hingga dia berpesan PLN harusnya bisa memberi keringanan kepada masyarakat, di tengah pandemi seperti ini, bahkan pihaknya meminta kepada PPN untuk melakukan pendataan pemakaian secara profesional bukan secara acak yang mengakibatkan masyarakat merugi.
Sementara itu, humas PLN Eko yang dikonfirmasi soal pembengkakan tagihan listrik menjelaskan apa yang tpil pada tagihan rekening listrik sudah sesuai dengan penggunaan listrik yang dilakukan masyarakat
“Apa yang tertera di rekening warga itu sudah sesuai dengan pemakaian, sehingga jika ada warga yang merasa terbebani silahkan melaporkan ke Kami atau calon center PLN 123,” Jelas Eko (***)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Isu perpindahan sejumlah kepala daerah dari Partai Golkar ke partai lain mulai…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak dalam rangka Hari…
MAKASSAR, TROTOAR ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang…
BARRU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
This website uses cookies.