TROTOAR.ID, MAKASSAR — Isu liar soal pergantian sejumlah menteri dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf beredar luas di jaringan pesan singkat, hingga beberapa nama menteri baru dikabarkan akan masuk menggantikan posisi sejumlah menteri yang kabarnya akan didepak dari kabinet.
Bahkan dua nama dari kalangan partai politik masuk dalam bursa calon menteri, seperti Agus Harimurti Yudhoyono Menteri (Koperasi dan UKM) dari Partai Demokrat, Sutrisno Bachir dari PAN (Menteri Sosial) dan Basuki Cahya Purnama (PDIP) (Menteri BUMN)
Serta nama Kepala BIN Budi Gunawan, (Menko Polhukam) Kepala BNPB Doni Monardo (Kepala BIN) dan Rahmat Gobel (Menteri Pertanian) Triawan Munaf (Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif) Haidar Nasir (Menteri pendidikan) Daeng Muhammad Faqih (Menkes), serta Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (Menhub)
Nmaa-nama tersebut beredar luas dan diklaim akan masuk kabinet pada reshuffle yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo.
Namun ada beberapa nama menteri yang masih akan dipertahankan meskipun posisinya akan bertukar tempat seperti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tetap dipegang oleh Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, masih diisi oleh Muhajir Effendy.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, tetap diampu Luhut Binsar Panjaitan.
Kemudian Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi; dan, Menteri Agama Fachrul Razi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah; Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya; Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Sebelum ya pada Rapa terbatas akhir Juni, Presiden Joko Widodo berang atas tindakan sejumlah menteri yang dianggap lambang dalam menangani kondisi ekonomi yang terjadi akibat pandemi virus corona
“Kalau seperti ini mungkin bisa saja ada Reshuffle, perombakan lembaga, ” Tegas Jokowi dalam Rapat terbatas beberapa waktu lalu (***)

