Categories: MetroParlemen

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan Cukup Tinggi, Budi Hastuti: Pemkot Harus Memberi Solusi

TROTOAR.ID, MAKASSAR — TIngginya angka kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga menjadi perhatian banyak pihak termasuk para wakil rakyat di DPRD Kota Makassar. Wakil rakyat mendesak pemerintah Kota untuk merespon cepat persoalan sosial tersebut dengan melakukan pencegahan..

Anggota DPRD Kota Makassar Budi Hastuti, menyebutkan, saat ini telah banyak laporan yang masuk mengenai kasus kekerasan anak dan rumah tangga hingga pertengahan tahun 2020. 

“Kasus kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga terus mengalami peningkatan kita meminta pemkot untuk segera mencarikan solusi dan pencegahan,” Kata Budi

Dia berharap ada langkah langkah konkrit yang harus diambil pemerintah kota Makassar, Jangan sampai hal tersebut luput menangani persoalan-persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan. 

Seperti diketahui jumlahnya kekerasan anak dan perempuan terus bertambah. Sehingga semua pihak diharapkan mengambil peran dalam menekan angka kekerasan anak dan Perempuan khususnya dalam KDRT 

“Kita semua harus sadar, saat ini kekerasan anak dan perempuan cukup mendominasi persoalan sosial yang terjdai di masyarakat, sehingga dieprlukan perhatians emua poihak dalam menekan angka kekerasan KDRT,” Ulasnya 

Tidak hanya itu, ia juga berharap agar jumlah kasus dan pengusutannya tersebut tidak disembunyikan dan ditindak secara transparan agar ada efek jera.

”Saya harapkan penegak hukum juga bisa dapat dituntaskan secara baik. Pemerintah harus memperhatikan agar anak dan perempuan yang menjadi korban itu tidak menjadi dibiarkan begitu saja harus tetap ada pendampingan,” bebernya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar, Andi Tenri A Palallo, adanya peningkatan kasus KDRT yang terjadi di Makassar karena berbagai faktor, namun paling dominan lebih karena persoalan ekonomi.

“Kalau jumlahnya saya harus buka data dulu tapi Makassar kasusnya meningkat dari kekerasan psikis hingga verbal. Dari pendalaman kasus memang karena faktor ekonomi, suami memukul istri lantaran minta uang, dan suami tidak memberi nafkah. Kasus anak juga begitu karena dominan anak sekarang mainnya di rumah dan lingkungan yah,” tuturnya. (Rin)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Barru Raih UHC Awards 2026, Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Layanan Kesehatan

Jakarta, trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori…

1 jam ago

Barru Luncurkan Call Center 112, Perkuat Respons Darurat dan Digitalisasi Layanan Publik

Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di sektor pelayanan…

1 jam ago

Pemkab Barru Buka FKP RKPD 2027, Prioritaskan Pelayanan Publik di Tengah Tantangan Anggaran

BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi…

1 jam ago

Pemkab Barru Matangkan Pilkades 2026, Pemungutan Suara Dijadwalkan 25 Mei

BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 melalui…

1 jam ago

Pemkab Barru Perbaiki Jalan Lawampang–Tompo, Respons Cepat Keluhan Warga

BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru bergerak cepat memperbaiki ruas Jalan Lawampang, Kecamatan Balusu hingga…

1 jam ago

Wabup Barru Buka Musorkab KONI, Tekankan Pembinaan Atlet dan Sinergi Cabor

BARRU, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika…

1 jam ago

This website uses cookies.