Categories: KriminalMetro

Soal Dugaan Penganiayaan Dan Salah Tangkap, Kabid Humas Polda Sulsel Angkat Bicara

Makassar,Trotoar.id- Kabid Humas Polda Sulsel angkat bicara soal dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dialami oleh anak dibawah umur yang diduga dilakukan oknum anggota Polsek Bontoala.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menuturkan kronologi kejadian saat itu sekitar pukul 03.15 Wita Polsek Bontoala mendapatkan informasi telah terjadi perang kelompok masyarakat dijalan Tinumbu Makassar.

Dari informasi tersebut, personil dari Polsek Bontoala turun langsung melakukan pengamanan, setelah mobil patroli tiba ke lokasi kejadian.

Alhasil, massa langsung dibubarkan, anggota unit khusus melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan tiga orang anak yang diduga ikut melakukan perang kelompok.

“Nah saat diamankan salah satu anak tersebut memberontak dan melepaskan diri dari pegangan petugas, dan secara spontan petugas tersebut berusaha menangkap lagi dengan mengayunkan tangan untuk memegang kerak bajunya namun secara tidak sengaja membentur bagian muka dari korban,”jelas Kabid Humas, Selasa (25/08/2020).

Kabid Humas juga meluruskan Pemberitaan yang beredar di media sosial bahwa terjadi dugaan salah tangkap dan ditabrak motor oleh oknum anggota Polsek Bontoala terhadap anak dibawa umur tersebut

“Jadi bukan salah tangkap, saat Polisi tiba massa langsung membubarkan massa dan dilakukan penyisiran dan didapati 3 (tiga) orang anak remaja ini ikut juga melarikan diri, sehingga diduga kuat ikut melakukan perang kelompok, begitu pula isu ditabrak, itu tidak ditemukan keterangan terkait hal tersebut,” ungkap Ibrahim Tompo.

Namun demikian lanjut Kabid Humas, Propam Polda Sulsel sudah melakukan pemeriksaan secara detail terkait kejadian tersebut, untuk mengetahui apakah pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh anggota Polsek Bontoala ini sudah sesuai prosedur atau tidak.

Diketahui, Seorang anak berinisial MF (13) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diduga jadi korban salah tangkap polisi. Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menyelidiki dugaan tersebut.

Paman MF, Abdul Karim (37) menyebut korban menderita luka lebam pada mata kirinya usai diduga dipukul polisi. Abdul menyebut dugaan salah tangkap hingga berujung penganiayaan itu dilakukan oleh aparat Polsek Bontoala. MF juga sempat menghilang dan belakangan diketahui MF ditahan di Polsek Bontoala.

“Tahu-tahunya pas pulang (ke rumah) babak belur mukanya (pada mata kiri),” kata Abdul saat dimintai konfirmasi, Senin (24/8/2020) dilansir Detik.com. (Rin)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Puluhan Tahun Semrawut, Pasar Tumpah di Jalan Veteran Makassar Akhirnya Ditertibkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akhirnya berhasil menata kawasan Jalan Veteran Utara yang selama…

43 menit ago

DPW NasDem Sulsel Pindah ke Kantor Baru di Pettarani Pertengahan Juni

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan dijadwalkan akan menempati kantor…

47 menit ago

Golkar Sulsel Diklaim Solid Jelang Musda, Arahkan Aklamasi

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pelaksana Tugas Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Arief Rosyid,…

51 menit ago

Reses di Tallo, Yulianto Badwi Tampung Aspirasi Warga Soal Air Bersih hingga Sampah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…

23 jam ago

Muscab IOF Makassar, Irfan Qurniawan Terpilih sebagai Ketua Periode 2025–2030

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…

23 jam ago

Akhiri Reses, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Paropo: Drainase hingga Bantuan UMKM Jadi Prioritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa…

1 hari ago

This website uses cookies.