Bendera Paartai Golkar
TROTOAR.ID, MAKASSAR – Dinamika politik di internal partai golkar Sulsel pasca musda ke X kembali memanas, dimana sejumlah formatur tanpa komando Ketua Formatur melaksanakan penetapan susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel
Hingga menganggap jika ketua tim formatur Taufan Pawe mengingkari komitmen dan kesepakatan hasil musda yang memberi batas waktu sepekan untuk menetapkan susunan kepengurusan
Hingga menanggapi TP telah melakukan manuver politik dengan mengusung struktur kepengurusan baru secara personal tanpa melibatkan tim formatur yang dibentuk dalam forum musda Golkar Sulsel awal Agustus kemarin
Hingga tiga formatur yang berasal dari utusan DPD II Farouk M Betta dan Abdillah Natsir serta satu perwakilan dari hasta karya AMPG, Imran Tenri Tata telah menetapkan susunan kepengurusan yang berjumlah 147 orang, diantaranya 24 unsur Wakil Ketua, 12 Unsur Wakil Sekretaris, 12 Wakil Bendahara, Emoat Korbid, dan jabatan Ketua Harian
Ketiga formatur juga meminta kepada Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk tidak menerbitkan SK kepengurusan berdasarkan susunan kepengurusan yang diajukan Ketua DPD I terpilih
Hingga mereka menganggap, susunan kepengurusan yang telah diajukan TP sebagai ketua Formatur ke DPP Sebagai hal yang cacat prosedural
“TP sepertinya sudah lupa komitmen dan kesepakatan hasil. Musda ke X, apalagi belum ada pertemuan resmi formatur yang membahas penyusunan struktur DPD, ” Kata Abdilah Natsir, Selasa (25/8/2020
Tak hanya itu, Aru berserta Abdillah dan Imran yang diamanahkan menjadi tim formatur dalam pembentukan dan penyusunan pengurus baru di Golkar Sulsel, meminta Ketum untuk mengambil alih partai berlambang pohon beringin itu di Sulsel.
Tujuannya, demi menjaga marwah dan menyelamatkan Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi organisasi agar roda mesin partai Golkar di daerah berjalan sesuai koridor kepartaian.
Sementara itu Farouk M Betta mengungkapkan jika tindakan yang dilakukan TP dengan mengirim SK kepengurusan baru ke DPP tanpa diputuskan bersama oleh tim formatur kesalahan besar sepanjang sejarah DPD I Patai Golkar Sulsel
“Jadi garis besarnya yang dilaporkan ke DPP itu mestinya hasil musda dan SK kepengurusan itu hanya lampiran. Ditambah lagi kita belum pernah rapat tim formatur, kok tiba-tiba ada SK pengurus baru dikirim ke pusat,” kata Aru.
Aru menjelaskan, selama ini tim formatur selalu meminta dan mengundang TP untuk duduk bersama membahas terkait penyusunan komposisi kepengurusan baru di internal Golkar Sulsel.
Namun, permintaan serta ajakan tersebut tak digubris TP dengan cara tidak menghadiri pertemuan tim formatur yang telah dibentuk.
Sementara Taufan Pawe menganggap apa yang disampaikan ke media oleh tiga Formatur hal yang keliru, dimana sebelumnya lima formatur telah melakukan pertemuan di jakarta
Hingga dirinya menawarkan seluruh anggota Fraksi Golkar masuk dalam struktur dan menduduki jabatan sebagai Wakil ketua
Namun apa yang ditawarkan TP di tolak mentah-mentah oleh ketiga formatur, hingga meninggalkan lokasi pertemuan di Jakarta
“Tidak benar kalau mereka bilang kami belum bertemu kami berlima bertemu di jakarta membahas Susunan struktur, namun saya sodorkan draf susunan dimana seluruh anggota Fraksi menduduki jabatan sebagai Wakil ketua, namun mereka menolak dan meninggalkan lokasi pertemuan, ” Kata Taufan Pawe.
Hingga dikatakan masuknya usulan memasukkan seluruh anggota Fraksi DPRD Sulsel dalam kepengurusan juga merupakan petunjuk DPP kepada dirinya untuk mengakomodir anggota Fraksi dalam susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel (***)
LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke…
LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros…
MAKASSAR, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya penataan kota di Makassar tak melulu bergantung pada penertiban pemerintah. Di…
This website uses cookies.