TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Rahmat Gobel melakukan konsolidasi pemenangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto
Dalam pertemuan yang digelar di kediaman pribadi Danny Pomanto di jalan Amirullah, Rahmat meminta kepada seluruh perangkat tim pemenangan untuk tidak membalas serangan kampanye hitam dari lawan politiknya
“Biarkan saja mereka mengonggong, kita jangan terpancing sebab mereka mencoba memancing reaksi kita, ” Kata Rahmat Gibel
Dirinya juga menilai kampanye hutan di dalam politik sebuah hal yang biasa, dan itu dilakukan bagi mereka-mereka yang
mantan Menteri Perdagangan ini, menilai, Danny-Fatma sebagai calon wali kota, Danny punya jejak ‘success story’ dalam membangun Makassar sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dan pintu masuk kawasan timur Indonesia.
“Kakak Danny ini punya visi dan pengalaman luar biasa, pengalaman dan background pendidikan, kita lihat apa yang sudah dibangun Kakak Danny di lorong-lorong, sesuai pesan Pak Jokowi harus membangun dari desa-desa dan lorong-lorong,” tambah Rachmat.
Sementara menurut Danny, konsolidasi kader Nasdem malam ini adalah kunci kekuatan partai guna memenangkan konstetasi Pilwalkot Makassar, sekaligus evaluasi apa yang harus disempurnakan.
“Konsolidasi ini adalah akselerasi gerak bersama, kita berjuang bersama jelang hari pemungutan suara. Kehadiran Pak Rachmat memberi motivasi, DPP Nasdem sangat membantu daerah, karena Pilwalkot Makassar adalah harga diri partai dan wajah politik Indonesia timur,” pungkas Danny.
Dalam konsolidasi internal Nasdem ini turut hadir calon wakil wali kota yang juga pengurus DPP Nasdem Fatmawati Rusdi, Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, dan Ketua Nasdem Makassar Rachmatika Dewi.
Diketahui, Rachmat melakukan safari politik di beberapa daerah di Sulawesi yang terdapat kader dan Cakada usungan Nasdem dalam Pilkada Serentak 2020. Sebelum berkunjung di Makassar, Rachmat dan rombongannya road show di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan selanjutnya menuju ke Sulawesi Tenggara. (***)

