Oleh: Def FMK (Front Mahasiswa Kerakyatan) Makassar
OPINI – Di Tengah gencarnya gerakan rakyat di berbagai kota di Indonesia yang bermula dari #ReformasiDikorupsi hinggga #TolakOmnibusLaw ke #MosiTidakPercaya memunculkan berbagai tawaran-tawaran posisi politik kerakyatan.
Def menulis: Rusia sudah menjawab bahwa pembentukan dewan rakyat dilakukan setelah penumbangan kekuasaan secara menyeluruh dan mengganti sistem ekonomi politik menjadi sosialis, lalu berlanjut di negara-negara amerika latin; Revolusi Cuba dan Revolusi Bolivarian yang dimana sampai hari ini juga masih berjuang untuk menuju masyarakat tanpa kelas, walaupun masih banyak oposisi yang berupaya mengkudeta gerakan sosialis tersebut.
Belajar dari sejarah, yang wajib kita (Indonesia) lakukan adalah bagaimana mengakumulasikan penolakan omnibus law, pembangkangan sipil dan mosi tidak percaya sampai perjuangan menghancurkan sistem kapitalisme secara menyeluruh sebagai suatu lompatan kuantitas menuju kualitas (Kalau belajar Materialisme Dialektika Historis dan Ekonomi Politik Marxis).
Namun sebelum perjuangan politis itu dilakukan, kita wajib melakukan kerja-kerja ideologi, penyadaran dan organisir massa rakyat sebagai syarat untuk menuju persatuan rakyat.
Tapi penting juga kita melihat komposisi gerakan rakyat yang masih bias terhadap kelas. Kelas yang dimaksud adalah kelas yang menjadi kontradiksi pokok dalam sistem kapitalisme ini, agar perjuangan kita tidak berhenti pada tataran penolakan omnibus law saja tapi lebih dari itu, yakni meruntuhkan sistem kapitalisme.
Di situlah kita persiapkan, agar tuntutan pembentukan dewan rakyat bukan hanya sekedar antitesa dari DPR, tapi sebagai jawaban kongkrit dari perjuangan politik rakyat pekerja yang dapat meminimalisir penindasan dalam berbagai sektor yang diciptakan oleh sistem kapitalisme bahkan dapat menghilangkan penindasan-penindasan tersebut.
Karena perjuangan yang dimaksud dalam teori dan praksis Materialisme Dialektika Histori dan Ekonomi Polittik Marxis adalah perjuangan menghancurkan sebuah sistem yang tadinya kejam dan tidak manusiawi (Kapitalisme) lalu digantikan oleh sistem yang lebih beradab (Sosialisme).
#RevolusiDuaTahap
#HancurkanKapitalisme
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak dalam rangka Hari…
MAKASSAR, TROTOAR ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang…
BARRU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing…
This website uses cookies.