Site icon Trotoar.id

Senyum Lebar Sapa Warga Makassar, Baliho Ahmad Sahroni Jadi Perbincangan

Trotoar.id

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni mengajak masyarakat Kota Makassar khususnya kaum milenial untuk tidak pernah ragu dalam meraih mimpi untuk apa lagi menjadi seorang presiden 

Ajak yang memberikan motivasi tersebut tertuang dalam sebuah reklame yang terpasang di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Makassar, hingga reklame tersebut kini menjadi perbincangan warga Kota Makassar 

Dalam Baliho Ahmad Sahroni tampil dengan gaya santai dengan senyuman menyapa warga Kota Daeng, dan sisi kanan politisi yang dikenal sebagai crazy rich menampilkan kalimat 

“Mimpi Jadi Presiden, Mumpung Mimpi masih Gratis ngga Bayar, ” Kalimat yang tertulis dalam baliho Ahmad Sahroni. 

Meski masih banyak warga Kota Makassar yang mempertanyakan sosok pria yang berjas Hitam dan berkemeja putih dan dihiasi dasi berwarna biru sambil meletakkan tangan dibatas saku celana. 

Hingga Baliho Ahmad Sahroni dengan senyum lebar tersebut juga ikut di bagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo yang saat ini telah di lihat oleh kurang dari 1000 pengikut akun instagram yang miliki pengikut sebanyak 88 ribub

Sebelumnya wakil ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini mengungkapkan gambar dirinya yang terpasang di sejumlah papan reklame di kota Makassar merupakan inisiatif dari kelompok anak muda yang sebelumnya memberi motivasi bagi anak muda Kota Makassar pada pemilihan Ketua Umum, pekan lalu  

Ahmad Sahroni menegaskan jika baliho dirinya yang terpasang di papan reklame di Kota Makassar bukan untuk kepentingan politik atau mengandung unsur politik 

Hingga dikatakan jika baliho tersebut  merupakan bentuk dorongan pada para anak muda kota Daeng untuk berani bermimpi dan meraih mimpi seperti dirinya. 

“Bisa diperhatikan kalau balihonya saja hanya foto saya, enggak ada atribut partai misalnya. Ini emang tujuannya untuk memotivasi anak muda untuk bermimpi setinggi-tingginya. Ini saya memberikan contoh bahwa orang yang dulunya miskin gembel seperti saya juga punya hak untuk mau bermimpi,” Pungkasnya. (***)

Exit mobile version