Site icon Trotoar.id

[Fakta-fakta] Temuan Komnas HAM Atas Peristiwa Baku Tembak Hingga 6 Pengawal Rizieq FPI Tewas di KM 50

Trotoar.id

Barang Bukti.

TROTOAR.ID, Jakarta – Komnas HAM memaparkan perkembangan penyelidikan kasus baku tembak pengawal Habib Rizieq dengan polisi. Laporan penyelidikan tersebut masih seputar barang bukti yang ditemukan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin mengatakan, pihaknya mendapat serangan secara personal di media sosial. Hal itu terjadi saat penyelidikan kasus baku tembak polisi dengan pengawal Habib Rizieq.

“Belakangan mulai menyerang personal disampaikan di medsos. Perlu dihentikan beginilah. supaya masyarakat enggak bingung,” kata Amiruddin di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (28/12).

Amiruddin menuturkan, pihaknya juga menemukan aknya hoaks yang menyeret Komnas HAM dalam penyelidikan baku tembak FPI dengan polisi.

Hoaks tersebut, kata Amiruddin, berupa memotong keterangan lama Komnas HAM yang dibuat seolah-olah telah memaparkan hasil penyelidikan. Komnas HAM meminta hal itu dihentikan untuk membantu masyarakat tidak terprovokasi.

“Dan kesempatan ini juga. Kami ingin menyampaikan bahwa selama proses penyelidikan berupa fakta tersebar informasi yang disebarkan orang adalah hoaks,” kata Amiruddin.

“Ini saya pikir adalah adanya berupaya mencampuradukkan keterangan Komnas HAM dicampur dengan keterangan lain atau dicampur dengan peristiwa lain.–Amiruddin.”

Dalam rilis terbaru, Komnas HAM belum ditemukan rekomendasi atas kasus baku tembak pengawal Habib Rizieq dengan polisi. Penyidik masih melakukan uji balistik terhadap temuan yang ada.

Baca di halaman berikutnya, klik angka di bawah.

Komnas HAM Tunjukkan Alat Bukti

Komnas HAM menunjukkan sejumlah barang bukti dalam peristiwa kematian enam laskar FPI, dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12).

Dari penyelidikan tersebut sejumlah barang bukti hasil temuan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) beberapa di antaranya meliputi proyektil dan selongsong peluru, serta serpihan mobil.

Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin mengatakan, tim investigasi yang dipimpin Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menemukan sejumlah serpihan pecahan mobil. Serpihan ini diduga muncul karena adanya gesekan antara mobil polisi dengan pengawal Rizieq.

Sebelumnya, Komnas HAM juga menemukan 7 proyektil dan 4 selongsong peluru dari sejumlah lokasi terkait baku tembak pengawal Rizieq dengan polisi. Meski begitu, Komnas HAM belum bisa bicara banyak karena masih harus melalui uji balistik.

Baca di halaman berikutnya, klik angka di bawah.

Indikasi Mobil FPI dengan Polisi Serempetan

Kasus baku tembak pengawal Habib Rizieq dengan polisi terus didalami Komnas HAM. Hari ini, tim investigasi menampilkan beberapa barang yang ditemukan di lokasi kejadian, yang diduga kuat terkait dengan kasus ini.

Foto bekas peluru dan gesekan di samping polisi dan mobil pengawal Rizieq. FOTO: Babe/Kumparan.

Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin mengatakan, tim investigasi yang dipimpin Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menemukan sejumlah serpihan pecahan mobil. Serpihan ini diduga muncul karena adanya gesekan antara mobil polisi dengan pengawal Rizieq.

“Selain itu juga didapatkan apa semacam serpihan pecahan bagian mobil yang saling serempetan ya ini pecahannya mas Anam (Ketua Tim Investigasi),” ujar Amiruddin saat konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12).

Anam lalu menunjukkan sejumlah serpihan mobil yang ditemukan tim investigasi Komnas HAM. Dalam kesempatan itu, Anam menegaskan, tim investigasi belum pada kesimpulan. Semua temuan ini akan diuji lebih dalam untuk memastikan keterkaitan dengan kasus ini.

“Bagian mobil sangat banyak, secara kasat mata ada identik tapi yang lain harus dipastikan. Ini semua seperti dijelaskan Mas Amin (Wakil Ketua Komnas HAM) masih membutuhkan apa namanya uji balistik sedang mengupayakan dan sebagainya,” kata Anam.

Komnas HAM memang sempat datang langsung ke Polda Metro Jaya bersama Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian untuk melihat dari dekat 3 mobil yang terlibat dalam kasus ini. 2 mobil polisi dan satu mobil pengawal FPI.

Baca di halaman berikutnya, klik angka di bawah.

Temuan Selongsong Peluru

Salah satu temuan yang disampaikan, yakni adanya proyektil dan selongsong peluru. Peluru-peluru itu ditemukan di sejumlah lokasi. 

“Kami menemukan ada 7 proyektil peluru, tapi ada satu yang kami tidak yakin (berkaitan dengan peristiwa). Jadi dari 7 ada 6 yang kami yakin, satu kami tidak yakin,” kata Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Investigasi, Choirul Anam saat konferensi pers, di kantor Komnas HAM, Senin (28/12). 

Selain itu, Komnas HAM juga menemukan selongsong peluru. Jumlahnya berbeda dengan proyektil yang ditemukan. 

“Untuk selongsong ada 4 yang kami temukan. Tapi, 3 yang kami yakin, satu kami tidak yakin,” tambah dia. 

Anam menegaskan, semua yang disampaikan saat ini belum pada kesimpulan. Semua temuan ini akan diuji lebih dalam.

“Ini semua masih membutuhkan uji balistik kami sedang mengupayakan terbuka dan transparan dan akuntabel. Bisa diakses itu akan membuat terangnya peristiwa ini kami temukan di beberapa titik,” ujar dia. 

“Kami tidak bisa menyebutkan titiknya di mana saja karena itu sedang kami cross check ulang,” ucap dia.

(Source: Kumparan)

Exit mobile version