Categories: Politik

NA ‘Campuri’ Lelang Jabatan Pemkot, NH: Instruksinya Satu Paket Komplit, Terlalu Kasar Permainan

TROTOAR.ID – Menjelang akhir masa jabatan Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin, kisruh kepemimpinannya semakin panas saja.

Apalagi baru-baru ini, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) ikut bersuara terkait lelang jabatan yang diinisiasi oleh Rudy Djamaluddin di akhir-akhir masa jabatannya tanpa melibatkan Wali Kota terpilih Danny-Fatma.

Seperti yang diterangkan oleh Legislator Kota Makassar Nurul Hidayah (NH) bahwasanya lelang jabatan tersebut terlalu dipaksakan. Apalagi, kata dia, Nurdin Abdullah ikut memberi dukungan dan mengintruksi agar Rudy Djamaluddin membangun komunikasi dengan Danny Pomanto (DP).

Politisi partai Golkar ini melihat instruksi NA merupakan satu paket komplit. Bahkan ia menyebut permainan yang dipertontonkan terlalu terlalu kasar.

“Kalo saya melihat, ini lelang jabatan terlalu dipaksakan apalagi kalau NA (Nurdin Abdullah) mendukung, memang instruksinya sudah satu paket komplit, terlalu kasar permainan,” kata Dewan dari Komisi B DPRD Kota Makassar ini kepada trotoar.id, Minggu (7/2).

Menurut Nurul, seyogyanya seorang pimpinan apalagi Pj Wali Kota sudah sepantasnya bertemu dengan Danny Pomanto, karena itu bukan hal buruk kalau hanya menurunkan sedikit ego.

“Kalau saya Pj Wali Kota, memang seharusnya bertemu dengan DP (Danny Pomanto). Runtuhnya keangkuhan bukan berarti runtuhnya harga diri,” ucapnya.

Lanjut kata Nurul, Meski Pj Wali Kota memasang arogansi akan tetapi bersikap kooperatif terhadap wali kota terpilih adalah keharusan.

“Pj jangan memasang arogansi, karena setelah ada wali kota terpilih Pj harus kooperatif dalam melakukan tindakan agar roda kepemimpinan bisa berlanjut, dan program kerja dapat berkesinambungan,” tuturnya.

Jika Pj Wali Kota kooperatif maka Danny Pomanto dapat memberikan masukan sebagai wali kota terpilih termasuk dalam penataan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Kalau sikap Pj kooperatif maka DP bisa menyarankan kalo biarlah penunjukan pejabat baru DP yang atur, karena beliau yang tahu kinerja pejabat eselon II yang ada di Pemkot,” pungkasnya.

Ia menambahkan, proses lelang biar berlanjut di era DP, supaya tidak terlihat dipaksakan.

“Proses lelang biar dilanjutkan di era DP, sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis,” kata dia.

“Kalo saya menyarankan agar lelang jabatan ini dipending, tidak usah lah ada yang ikut lelang, karena saya yakin akan dibongkar ulang oleh pak wali kota terpilih,” kuncinya. 

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju

Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda

12 jam ago

DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan

MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang…

14 jam ago

Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi…

14 jam ago

Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia…

14 jam ago

Pajak Hiburan Makassar Lampaui Target, Tren Positif Dorong PAD Tembus Rp36 Miliar

MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan.…

14 jam ago

Ketua TP PKK Luwu Tekankan Peran Posyandu sebagai Pusat Edukasi Masyarakat

LUWU, Trotoar.id — Peringatan Hari Posyandu Nasional tingkat Kabupaten Luwu digelar di Posyandu Sartika, Desa…

14 jam ago

This website uses cookies.