Categories: MetroParlemen

Komisi D Cecar Rudy Soal Temuan BPK dan Realisasi Dana PEN

Trotoar.id, Makassar — Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Komisi D mencecar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rudy Djamaluddin terkait Temuan BPK dan penggunaan anggaran Pemulihan ekonomi Nasional (PEN) dan progres serapan anggaran di sejumlah proyek infrastruktur. 

Dalam rapat kerja tersebut sejumlah anggota Komisi D mempertanyakan sedikit kesal atas penyerapan anggaran PEN yang dilakukan Dinas PUTR, yang sampai saat ini baru terserap 742 miliar dari Rp1,2 Triliun dana PEN yang diperoleh Provinsi Sulawesi Selatan. 

Wakil Ketua Komisi D Fadriaty AS mengatakan, penyerapan anggaran PEN untuk mendorong peningkatan infrastruktur jauh dari apa yang menjadi harapan, dengan anggaran tersebut yang membiayai 96 program infrastruktur, Pemerintah belum dianggap serius. 

“Ini kami butuh penjelasan kenapa serapan anggaran PEN sangat minim, dari target yang disampaikan pemerintah, apalagi sampai saat ini baru Rp742 miliar yang tersalurkan, dari 96 program yang dibiayai dari dana PEN,” jelas Fadriaty

Politisi Partai Demokrat ini juga beranggapan, lambatnya serapan anggaran PEN akan memberikan dampak negatif bagi pemerintah provinsi, sehingga saat dirinya melakukan kunjungan menemukan pekerjaan yang lambat. 

“Kami sudah mengunjungi beberapa pekerjaan yang dibiayai oleh dana PEN, namun kami melihat hal berbeda dengan yang disampaikan pemerintah dimana masih banyak proyek yang kerjanya lambat, sehingga berdampak negatif bagi pemprov sulsel,” jelasnya 

kerugian yang dialami pemerintah provinsi Sulsel dengan masih adanya dana PEN yang masih tersisa,lantaran pemerintah harus membayar bunga pinjaman dan denda jika realisasi anggaran tidak tersalurkan dengan utuh.

“Ingat Pemerintah harus membayar Bunda bunga sesuai dengan kesepakatan, sementara masyarakat tidak merasakan dampak dari pemulihan ekonomi ea;ui pembangunan infrastruktur yang diperoleh,” ulasnya ,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sulsel Rudy Djamaluddin mengakui adanya perbedaan realisasi keuangan dan realisasi fisik dalam pembangunan dana PEN.

“Ya memang berbeda secara normal pasti progres fisik di atas progres keuangan, dengan catatan, progres keuangan dalam tabel itu uang muka, uang muka dibayar dimuka,” katanya.

Bahkan Rudy mengatakan ada yang masih progres nol persen fisik itu sudah dibayar uang muka.

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

Recent Posts

Bupati Barru Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha,…

5 jam ago

TP PKK Sulsel Fasilitasi Ratusan Perempuan Vaksinasi HPV Gratis

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui…

6 jam ago

Wali Kota Makassar Buka Turnamen Padel IKAPTK, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Padel Ikatan Keluarga…

6 jam ago

Akademisi Apresiasi Program “Pete-pete Laut”, Dinilai Perkuat Akses dan Pemerataan di Kepulauan Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Program transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar mendapat…

6 jam ago

Wali Kota Makassar Salurkan Beasiswa Rp2,1 Miliar, Dorong Percepatan Layanan Dasar di Kepulauan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan. Wali Kota…

6 jam ago

Andi Iwan Darmawan Aras: Figur Pengusaha-Politisi dan Arah Baru Dunia Usaha Sulawesi Selatan

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha…

7 jam ago