Site icon Trotoar.id

Cerdas Bertransaksi Digital Waspadai Kejahatan Daring

Trotoar.id

Trotoar.id, Kendari – Kemudahan bertransaksi secara digital kerap kali menimbulkan kerugian atau rawan terhadap penipuan. Apabila masyarakat tidak cermat dan berhati-hati ketika melakukan transaksi digital dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.

Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan Rangkaian Program Literasi Digital

“Indonesia Makin Cakap Digital” untuk melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pemanfaatan dan literasi digital.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Pada hari ini (4/8) dilaksanakan webinar di Kendari, Sulawesi Tenggara dengan tema “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Program kali ini menghadirkan 646 peserta dan tiga narasumber yang terdiri dari Former Senior Market and Partnership Traveloka, Evelyn Natashia; Creative Branding Lanaofficial.id, Junissa Melvian; dan Trainer Google News Initiative, Zainal Ishak.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Alfian Rahardian Afif selaku Podcaster. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.

Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden. 

Pemateri pertama adalah Evelyn yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Tips dan Trik Bertransaksi Secara Digital dengan Mudah dan Aman”.

Menurut dia, cara-cara yang bisa dilakukan dalam bertransaksi digital secara mudah dan aman, di antaranya memilih lokapasar, merchant, penjual, dan opsi pembayaran yang kredibel, terpercaya, sekaligus aman; membuat kata sandi unik namun mudah diingat; serta merahasiakan kode OTP.

Berikutnya, Junissa menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, agar aman berbelanja daring, pembeli harus mencermati reputasi toko, membayar lewat rekening penampungan sementara, gunakan metode COD, dan waspadai penipuan.

Adapun Zainal, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”.

Ia mengatakan, ancaman-ancaman digital seperti malware, pengelabuan, social engineering, dan share login palsu bisa dihindari dengan penerapan prinsip dasar keamanan digital.

Beberapa di antaranya adalah melindungi gawai dengan menggunakan antivirus dan OS yang terus diperbarui, kata sandi yang kuat, otentikasi dua langkah, mengelola jejak digital, dan bijak bermedia sosial.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang bagaimana menghadapi pencurian data di media sosial.

Narasumber menyarankan agar pengguna memakai kata sandi berbeda untuk tiap akun media sosial, ganti kata sandi berkala, dan melindungi data pribadi. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Exit mobile version