Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana. FOTO: Int/ Trotoar.
MAKASSAR – Puluhan emak-emak kota Makassar bergerombolan mendatangi Kantor Polisi di Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, lantara mengaku tertipu arisan online.
Mereka mengadukan keluhannya ke polisi karena merasa tak terima ditipu.
Kabarnya kerugian dari arisan online ini tak sedikit jumlahnya, ada yang menyebut kalau nilainya menyentuh miliaran.
Karena banyaknya emak-emak yang mengepung Polsek Rappocini membuat polisi kewalahan sehingga mediasi pun tak jadi dilakukan.
Polisi kemudian mengamankan sepasang kekasih yang diduga pelaku penipuan arisan online tersebut.
Ini berkaitan dengan investasi, di mana para korban harus memasukan sejumlah uang terlebih dahulu kepada terlapor (terduga pelaku).
Para korban pun termakan jebakan busuk, bukan main, emak-emak ini dijanjikan akan diberikan keuntungan antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per 5 hari.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana membenarkan bahwa pihaknya menangani kasus ini.
Sebelumnya, kasus ini diterima di Polsek Rappocini, tetapi karena banyak korban arisan online yang melapor, sehingga diambil alih Polrestabes Makassar. “Kita ambil alih penanganan (kasus ini),” beber dia kepada wartawan, Kamis (16/9).
Hingga saat ini, kepolisian memeriksa setidaknya tiga orang dalam kasus ini.
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas),…
MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar…
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa pendidikan…
This website uses cookies.