Golkar Maros Depak Wahyuni Malik, Ahmad Doli: Jangan Ada Kader Dibuang

Fadli
Fadli

Senin, 27 September 2021 02:21

Bendera Partai Golongan Karya (Golkar) || TROTOAR.
Bendera Partai Golongan Karya (Golkar) || TROTOAR.

Trotoa.id ,Makassar — Sikap DPD II Golkar Maros yang menjatuhkan Sanksi pemberhentian kepada anggota Fraksinya Wahyuni Malik, menjadi sorotan. 

Pasalnya kebijakan DPD II Golkar Maros yang menjatuhkan sanksi pemberhentian sebagai anggota Fraksi dan kader Golkar Maros diluar dari kewenangan DPD II

Sebab untuk pemberhentian sebagai anggota Fraksi dan kader menjadi domain DPP dan Bukan sebagai Domain dari pengurus di tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota

Bahkan Wahyuni Malik saat di konfirmasi mengaku belum menerima salinan putusan hasil rapat pleno yang dilakukan minggu sore di aula DPD II Golkar Maros. 

“Saya belum menerima salinan keputusan hasil rapat pleno sampai saat ini,” Singkatnya

Terkait yang dituduhkan kepadanya dia mengaku itu keliru, bahkan dia tidak pernah sama sekali mendapat teguran dan ruang klarifikasi atas apa yang dituduhkan kepadanya.

“Saya juga tidak tau dan tidak pernah dimintai klarifikasi terkait apa yang dituduhkan kepada saya, dan soal baliho dirinya dengan logo Partai lain, itu sudah dilaporkan ke polisi sebab saya yakin ada yang sengaja ingin menjatuhkannya dengan cara kotor

Rapat pleno pemberian sanksi kepada Wahyuni Malik dipimpin Langsung Suhartina Bohari ketua DPD II Golkar Maros, yang hadiri seluruh pengurus harian DPD II 

Dia mengatakan jika agenda rapat pleno yang digelar DPD II Golkar Maros untuk mengevaluasi kader, penegakan disiplin dan mengesahkan pemberhentian Wahyuni Malik dari partai b Golkar Kabupaten Maros 

“Hari ini kami menggelar pleno evaluasi kader dan reposisi penugasan kader, salah satu agendanya mengevaluasi kader penegakan disiplin kader, pengurus dan anggota serta reposisi penugasan kader di DPRD Maros,” ujar Suhartina.

Pemberhentian Wahyuni Malik dikaitkan dengan beredarnya APK dirinya dengan logo salah satu partai politik, termasuk mengaitkan keberadaan posisi suami Wahyuni yang menjadi kader dari partai lain. 

Wakil ketua Bidang Kaderisasi partai Golkar Sulawesi Selatan Abbas Hadi yang di konfirmasi soal keputusan DPD memberhentikan Wahyuni Malik dari partai Golkar Maros belum bisa berkata banyak 

Sebab hasil pleno dan keputusan rapat pleno Golkar Maros belum diterima, dan belum mengetahui isi dari hasil pleno tersebut. 

“soal Itu saya belum bisa bicara banyak, soalnya saya cuma dengar tapi belum lihat surat na ketetapan pleno DPD II Maros seperti yang disampaikan,” Katanya. 

Sebelumya beberapa waktu lalu tepatnya pada 12 Agustus 2021, Wakil ketua umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan  agar kiranya tidak ada kader Partai Golkar tidak diberdayakan di Partai, apa lagi dibuang sebab keberadaan seorang kader adalah aset partai yang harus di jaga.

“Nilai seorang kader itu mahal, jadi jangan ada kader potensi yang tidak diberi ruang membesarkan Partai apalagi dengan cara memberhentikannya,” Kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung 12 Agustus 2021 di Makassar.

Keputusan DPD II Golkar Maros bertentangan dengan perintah Waketum Golkar agar seluruh kader diberdayakan untuk ikut memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan Partai Golkar pada pemilu dan Pilpres 2024 mendatang 

Mengingat Partai Golkar pasang Pilpres akan datang telah memutuskan dan menetapkan ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dari partai Golkar. 

Penulis : Lutfi


 Komentar

Berita Terbaru
News28 Oktober 2021 16:36
Peringati Hut Golkar Ke 57, IDP : Kader Harus Hadir Memberi Manfaat Untuk Masyarakat
Trotoar.id, Masamba -- Ketua terpilih DPD II Partai Golkar Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP) menyampaikan, setiap kader harus memberi manfaat kep...
News28 Oktober 2021 16:27
GP Nasdem Gelar PSP Ke II di Hari Sumpah Pemuda
Trotoar..id, Makassar - DPW Partai NasDem Provinsi Sulawesi selatan melalui DPW Garda Pemuda NasDem Sulsel, menggelar bakti sosial “PSP (Pemuda Siag...